Kamis, 21 Agustus 2014

Rwanda tuduh barat perlakukan negara Afrika seperti anak-anak

Minggu, 29 Juli 2012 16:47 WIB | 2.563 Views
Nairobi (ANTARA News) - Menteri luar negeri Rwanda menuduh pemerintah Barat menggunakan bantuan untuk memperlakukan negara Afrika seperi anak-anak, setelah empat negara mengurangi atau menangguhkan bantuan kepada Kigali karena kebijakannya di Republik Demokratik Kongo.

Amerika Serikat pada akhir pekan lalu memotong bantuan militer untuk tahun ini, sementara Belanda, Jerman, dan Inggris mengikuti jejak itu dan donor bereaksi pada satu laporan PBB, yang menuduh Rwanda mendukung pemberontak di Kongo.

Laporan, yang dibantah Rwanda, itu mengatakan Rwanda mendukung kelompok-kelompok bersenjata di Kongo timur, termasuk kelompok M23, yang merebut bagian-bagian dari provinsi North Kivu dalam pertempuran yang menyebabkan 270.000 orang mengungsi sejak April.

"Hubungan anak-orang tua ini harus diakhiri... itu adalah kurang menghargai," kata Menlu Louise Muhikiwabo dalam satu pidato di hadapan klub bisnis Mindspeak Kenya, Sabtu.

"Selama negara-negara terus mengawasi kami, kita tidak akan pernah sederajat."

Ia menambahkan rakyat Afrika harus bekerja keras untuk membangun ekonomi mereka untuk menghentikan ketergantungan pada donor-donor Barat.

Rwanda, yang sedang berusha membangun kembali ekoominya setelah lebih dari 800.000 warga etnik Tutsi dan warga Hutu yang moderat dibunuh tahun 1994, menggantungakan bantuan pada donor-donor untuk membiayai 50 persen anggaran belanja tahunannya, kata Mushikiwabo.

Hubungannya dengan Kongo tetangganya buruk sejak tahun 2009 setelah bertahun-tahun konflik di mana pasukan Rwanda memasuki perbatasan itu untuk mengejar sisa-sisa milisi Hutu yang terlibat genosida.

Menteri Pembangunan Jerman Dirk Niebel dalam satu pernyataan mengatakan kementeriannya memeringatkan Rwanda empat bulan lalu bahwa Jerman akan menangguhkan bantuannya karena ada indikasi dukungan Rwanda pada pemberontak.

"Rwanda saat ini tidak mengeluarkan bantahan terhadap tuduhan-tuduhan serius ... menangguhkan bantuan anggaran adalah satu tanda yang jelas kepada pemerintah Rwanda,"

Seorang wartawan Reuters Sabtu mengatakan pasukan pemberontak bersenjata berat bergerak ke Kibumbaa, sekitar 30km dari Goma ibu kota provinsi North Kivu, sementara pemerintah menarik pasukan pasukan mereka jauh karah selatan ke arah kota itu.

Yamina Benguiqui, menteri Prancis urusan hubungan negara-negara berbahasa Prancis yang tiba di Kongo, mengatakan Paris telah meminta Dewan Keamanan PBB bersidang pada hari Senin untuk membicarakan krisis itu.

"Satu deklarasi akan dirudingkan secara tegas mengecam M23 dan dukungannya," katanya.

Mushikiwabo menuduh masyarakat internasional menggunakan Rwanda sebagai kambing hitam atas kekacauan di Kongo timur.

"Jangan libatkan Rwanda dalam masalah ini. Itu bukan urusan kami," katanya.

Laporan PBB mengatakan Kigali memasok amnisi dan peralatan komunikasi kepada pemberontak, sejumlah dari mereka adalah warga Kongo keturunan Rwanda. Tetap Mushikiwabo mengatakan jenis amunisi yang disebut dalam laoran itu tidak ada lagi di Rwanda, sesuai degan program pengurangan senjata-senjata ringan wilayah itu.
(H-RN)

Editor: Ella Syafputri

COPYRIGHT © 2012

Komentar Pembaca
Baca Juga