Kamis, 18 Desember 2014

Penembak Colorado dijerat dakwaan pembunuhan tingkat pertama

| 2.216 Views
id tragedi batman, penembak colorado, pembantai colorado, penembakan colorado, sidang penembakan colorado, james holmes, pemutaran film batman, penembaka
Penembak Colorado dijerat dakwaan pembunuhan tingkat pertama
Gambar James Holmes (24) yang dirilis Universitas Colorado. Holmes menjadi tersangka penembakan yang menewaskan 12 orang pada pemutaran perdana film Batman terbaru di pinggiran kota Denver, AS. (REUTERS/The University of Colorado)
Colorado (ANTARA News) - Mahasiswa yang dituduh melakukan penembakan pada tengah malam pemutaran perdana film "Batman" terbaru di Colorado yang menewaskan 12 orang pada Senin dijerat dengan 24 dakwaan pembunuhan tingkat pertama dan membuat dia terancam hukuman mati jika terbukti.

James Holmes (24), yang ditangkap di daerah suburban Kota Denver beberapa menit setelah penembakan massal di pertunjukan film "The Dark Knight Rises" pada 20 Juli, juga menghadapi 116 dakwaan usaha pembunuhan menggunakan senjata yang terburuk dalam beberapa tahun terakhir.

Selain menewaskan 12 orang, penembakan itu juga menyebabkan 58 orang terluka dan beberapa diantaranya sekarang masih dalam kondisi kritis.

Kantor Kejaksaan Arapahoe County District, Carol Chambers, menjerat Holmes dengan dua dakwaan untuk masing-masing korban, satu untuk melakukan kejahatan "setelah mempertimbangkannya masak-masak" dan kedua untuk "pernyataan kebencian ekstrim tanpa mengindahkan nyawa manusia."

Kantor berita Reuters melaporkan, Holmes hadir di pengadilan mengenakan pakaian penjara dengan rambut bercat oranye cerah dengan semburat pink muda di beberapa bagian.

Dia duduk tanpa ekspresi bersama dengan dua orang penasehat hukumnya selama sidang pemeriksaan yang berlangsung 45 menit, namun tampak lebih waspada dibandingkan pada penampilan perdananya di pengadilan pekan lalu, dimana dia terlihat linglung dan grogi.

Mantan mahasiswa doktoral ilmu syaraf di kampus Fakultas Kedokteran Anschutz di Universitas Colorado itu hanya bicara sekali selama pemeriksaan. Dengan pelan dia menjawab, "Ya," saat menjawab pertanyaan dari Hakim William Sylvester dari Arapahoe County District.

Pria asal San Diego yang menurut pihak berwajib menyebut diri sebagai musuh Batman dalam buku komik, "the Joker," itu lebih banyak memandang ke bawah dan tidak melihat ke ruang pengadilan yang dipenuhi awak media dan keluarga korban.

Dalam sidang pemeriksaan itu pengacara pembela Tamara Brady meminta jaksa penuntut menyerahkan bukti terkait paket yang menurut pemberitaan dikirim Holmes ke psikiater Universitas Colorado, Dr. Lynne Fenton.

Jaksa menyatakan mereka belum membuka kiriman yang menurut Fox News berisi notebook berisi rencana penembakan dan gambar-gambar.

Dokumen pengadilan yang diserahkan oleh pengacara pembela menyebutkan bahwa dia berada dalam pengawasan Fenton.

Polisi belum menyampaikan motif penembakan massal yang mengejutkan Aurora dan membuka kembali ingatan akan penembakan massal tahun 1999 di Columbine High School tersebut.

Pihak berwajib mengatakan setelah penangkapan, Holmes menyebut dirinya "the Joker" dan ahli mengatakan kondisi mentalnya akan berperan besar dalam penanganan kasus ini.

Hakim menjadwalkan melakukan pemeriksaan pada 16 Agustus untuk menentukan bukti apa yang harus dipertimbangkan dalam hubungan antara Holmes dan psikiaternya.

Hakim selanjutnya akan melakukan pemeriksaan praperadilan pada 27 September, dan pemeriksaan pendahuluan dijadwalkan pada 13 November.

Polisi mengatakan Holmes masuk ke Theater 9 di Bioskop Century 16 di Aurora mengenakan pelindung tubuh taktis dan masker gas dan melemparkan bom asap sebelum melancarkan tembakan ke penonton dengan tiga senapan.

Pihak berwajib kemudian memeriksa apartemennya dan menemukan apartemen penuh dengan jaringan peledak yang cukup untuk meruntuhkan bangunan bertingkat tiga dan butuh beberapa hari untuk membongkar perangkap itu.

(*)


Editor: Maryati

COPYRIGHT © ANTARA 2012

Komentar Pembaca
Baca Juga