Rabu, 1 Oktober 2014

Waspada jalan Lumpangi - Batulicin Kalsel rawan longsor

Jumat, 3 Agustus 2012 08:30 WIB | 4.681 Views
Jalan Lumpangi Tanah Bumbu merupakan jalan nasional yang cukup strategis, karena merupakan jalan pintas bagi warga Hulu Sungai yang akan bepergian ke daerah Tanah Bumbu maupun Kotabaru.
Banjarmasin (ANTARA News) - Jalan nasional lintas Kabupaten di Kalimantan Selatan yaitu Lumpangi Kabupaten Hulu Sungai Selatan menuju Batulicin Kabupaten Tanah Bumbu rawan longsor sehingga pemudik harus lebih waspada saat melintas di daerah tersebut.

"Jalan Lumpangi Tanah Bumbu merupakan jalan nasional yang cukup strategis, karena merupakan jalan pintas bagi warga Hulu Sungai yang akan bepergian ke daerah Tanah Bumbu maupun Kotabaru," demikian dikatakan Gubernur Kalimantan Selatan, Rudy Ariffin kepada ANTARA News, di Banjarmasin, Jumat

Sebelum ada jalan tembus tersebut, warga Banua Anam untuk pergi ke Tanah Bumbu harus ke Banjarmasin terlebih dahulu dengan memakan waktu antara lima hingga empat jam, baru kemudian ke Tanah Bumbu atau Kotabaru dengan waktu tidak kurang dari lima jam.

Dengan adanya jalan tembus yang baru dibangun dalam beberapa tahun terakhir ini, warga Banua Anam bisa mempersingkat waktu dan jarak tempuh sekitara tiga hingga empat jam bahkan lebih.

"Sayangnya jalan yang berada di sekitar pegunungan tersebut sering longsor sehingga menutup jalan lintasan itu," katanya.

Rudy berharap, Kepala Balai Besar Bina Marga wilayah Kalimantan yang baru Adriananda bisa memberikan perhatian terhadap keberadaan jalan nasional yang cukup strategis tersebut, sehingga bisa tetap dilintasi dan menjadi akses penghubung antara daerah Banua Anam atau enam kabupaten dengan Kotabaru maupun Tanah Bumbu.

Selain jalan Lumpangi - Batulicin, Rudy juga berharap Balai Besar lebih serius memperhatikan pembangunan jalan Jembatan Barito hingga perbatasan Kapuas, yang sejak dua terakhir tidak selesai.

Gubernur juga meminta, seluruh pengerjaan proyek pembangunan jalan sudah selesai atau berhenti pada tujuh hari sebelum lebaran, karena pada saat itu arus mudik cukup padat, terutama untuk darat.

Apalagi, kata dia, saat ini masyarakat banyak yang memilih mudik dengan sepeda motor, sehingga kondisi jalan yang baik dan mulus sangat diperlukan bagi para pemudik untuk menekan angka kecelakaan lalu lintas.

Diharapkan pemeliharaan jalan, terutama jalan yang berlubang segera ditutup, karena hal itu sangat membahayakan pemudik dengan sepeda motor, apalagi yang melakukan perjalanan malam.

Sekretaris Daerah Pemprov Kalsel, Arsyadi mengatakan, pihaknya telah mengeluarkan himbauan kepada seluruh kontraktor untuk menyelesaikan pembangunan jalan sebelum H-10, sehingga pada saat pelaksaan arus mudik, seluruh peralatan sudah tidak ada lapangan.

"Kalaupun ada yang belum selesai, harus diminggirkan sehingga tidak mengganggu para pemudik," katanya.

(ANT)

Editor: Ella Syafputri

COPYRIGHT © 2012

Komentar Pembaca
Baca Juga