Selasa, 29 Juli 2014

Mentan nyatakan idealnya lahan kedelai 1,5 juta hektar

Jumat, 3 Agustus 2012 13:14 WIB | 1.990 Views
Mentan nyatakan idealnya lahan kedelai 1,5 juta hektar
Menteri Pertanian,Suswono. (FOTO ANTARA)
Jakarta (ANTARA News) - Kementerian Pertanian menyatakan untuk meningkatkan produksi kedelai dalam negeri maka luas lahan kedelai di tanah air saat ini semestinya mencapai 1,5 juta hektar (ha).

Menteri Pertanian Suswono di Jakarta, Jumat mengatakan, saat ini harga kedelai yang diterima petani tidak menguntungkan sehingga mereka tidak tertarik menanam komoditas ini.

Akibatnya, menurut mentan, lahan kedelai terus menyusut karena petani lebih memilih menanam padi dan jagung yang dinilai lebih menguntungkan.

"Saat produksi kedelai 800.000 ton kita perlu tambahan 500.000 hektare (ha) tapi sekarang kan sudah menurun hingga 600.000-700.00 ton. Idealnya,luas lahan areal kedelai butuh 1,5 juta ha," katanya.

Upaya mempertahankan lahan kedelai yang ada sudah tidak efektif dilakukan untuk meningkatkan produksi dalam negeri karena dipastikan petani akan berpindah ke komoditas lain seperti jagung yang harganya lebih menguntungkan.

"Tidak ada pilihan selain menambah areal lahan pertanian," katanya.

Menurut dia, dengan harga jual yang saat ini sebesar Rp 2.300/kg, petani jagung masih mampu memperoleh pendapatan sebanyak Rp21 juta/ha karena produktivitas mencapai 9 ton.

Sementara itu, jika mereka menanam kedelai produksi yang bisa dioptimalkan hanya 2,5 ton per hektar, maka pendapatan yang diperoleh jauh lebih rendah dibandingkan dengan menanam jagung.

Menyinggung upaya yang akan dilakukan Kementerian Pertanian untuk memperoleh lahan tambahan untuk menanam kedelai, menteri menyatakan pihaknya bersama Badan Pertanahan Nasional (BPN) telah sepakat untuk mengkaji lahan telantar.

Dari pemaparan BPN, ujar Suswono diketahui saat ini terdapat 7,2 juta Ha lahan terlantar yang dapat dimanfaatkan sebagai lahan pertanian.

"Setelah kita telisik lebih jauh, ternyata lahan yang dibilang clear and clean tidak sampai 13.000 ha saja. Artinya, mayoritas lahan sudah berbentuk Hak Guna Usaha (HGU) milik perusahaan," katanya.

Sementara itu lahan HGU tersebut dilindungi UU, sehingga tidak bisa serta merta diambil alih, tambahnya, karena di mata hukum tetap akan disalahkan.

"Rencananya BPN akan memanggil semua pemegang izin HGU. BPN meminta kejelasan nasib lahan yang mereka telantarkan itu mau diapakan," katanya.
(ANT)

 



Editor: AA Ariwibowo

COPYRIGHT © 2012

Komentar Pembaca
Baca Juga