Rabu, 30 Juli 2014

Mesir kutuk kekerasan anti-muslim di Myanmar

Minggu, 5 Agustus 2012 01:49 WIB | 7.269 Views
Mesir kutuk kekerasan anti-muslim di Myanmar
Seorang perempuan etnis Rohingya, Myanmar, dan kini mengungsi, menangis saat mengikuti aksi menentang kekerasan sektarian di Myanmar, di Kuala Lumpur, Malaysia, Selasa (12/6). Ketegangan terjadi bagian barat laut Myanmar menyusul kekerasan sektarian di kota terbesar bagian tersebut akhir pekan lalu,. Warga Muslim dan Buddha membakar rumah-rumah, polisi memberi tembakan ke udara, dan warga Muslim melarikan diri ke negara tetangga Bangladesh dengan menggunakan perahu. (REUTERS/Bazuki Muhammad)
Kairo (ANTARA News) - Kementerian Luar Negeri Mesir, Sabtu, mengutuk serangan terhadap suku kecil muslim di Myanmar. Mesir mengatakan utusannya di negara itu melihat kerusakan luas akibat bentrok aliran tersebut.

Pernyataan kementerian itu dikeluarkan sehari setelah pengunjukrasa di Kairo membakar bendera Myanmar.

Juru bicara kementerian itu, Amr Rushdi, mengutuk aksi kekerasan terhadap warga Muslim di Myanmar.

Utusan Mesir di Myanmar menyaksikan satu kerusakan luas yang menimpa masing-masing masyarakat itu.

Rushdi mengatakan ia memahami betapa marah rakyat Mesir atas serangan-serangan terhadap warga Myanmar itu

Ratusan pria Rohingya dan anak laki-laki ditahan dan tetap berada dalam tahanan di daerah barat negara yang dulu bernama Burma itu, katanya dalam satu laporan pekan ini.

Pemerintah Myanmar memperkirakan 800.000 warga Rohingya tinggal di negara itu sebagai warga asing, sementara banyak warga menganggap mereka sebagai imigran ilegal dari Bangladesh dan meganggap mereka musuh.

Presiden Thein Sein Juli mengemukakan kepada PBB bahwa kamp-kamp pengungsi atau deportasi adalah "solusi" bagi Rohingya.

(H-RN/B002)

Editor: Ade Marboen

COPYRIGHT © 2012

Komentar Pembaca
Terpopuler
Baca Juga