Bawang goreng Indonesia diminati pasar Singapura

Minggu, 5 Agustus 2012 14:15 WIB | 5705 Views

Bawang goreng Indonesia diminati pasar Singapura

Ilustrasi. Bawang merah. (ANTARA/Zabur Karuru)

Yang paling laku bawang goreng,"
Berita Terkait
Singapura (ANTARA News) - Bawang goreng asal Indonesia diminati warga Singapura di Bazar Ramadan Geylang Singapura.

"Yang paling laku bawang goreng," kata pelaku usaha kecil menengah (UKM) Dewi di Singapura, Minggu.

Di antara penganan lainnya, bawang goreng dan kerupuk gonggong menjadi primadona di Paviliun Indonesia yang didukung Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Kota Batam ini.

Menurut Dewi, warga Singapura menggemari bawang goreng karena di negeri mereka sulit menemukan bawang merah. "Di sini tidak ada bawang merah, yang banyak bawang bombai," katanya.

Bawang goreng yang dibuat perajin dari Kota Tanjungpinang itu, menurut dia, renyah, dan aromanya khas, tidak seperti bawang bombai yang kerap digunakan di negeri jiran.

Setiap hari, ia mampu menjual 100 kantong bawang goreng yang berisi sekitar setengah ons per kantong.

Setiap kantong dijual seharga dua dolar Singapura, atau Rp15.000 (kurs Rp7.500 per dolar Singapura). Padahal di Indonesia untuk ukuran yang sama dihargai Rp3.000 sampai Rp4.000.

Meski perbedaan harga jual antara dalam dan luar negeri tinggi, namun menurut dia, keuntungan tidak terlalu besar, karena biaya hidup selama di Singapura tinggi.

"Apalagi saya tiap dua hari sekali ke Tanjungpinang, untuk ambil barang," katanya.

Dewi membawa merek dagang Aroma yang telah mendapatkan sertifikasi halal, izin Dinas Kesehatan, dan izin makanan impor Singapura.

Senada dengan Dewi, pelaku UKM lain, Fartiana mengatakan bawang goreng diminati di Singapura. "Bawang goreng dan kerupuk gonggong paling laku," katanya.

Menurut dia, warga Singapura umumnya menyukai bawang goreng, namun bahan bakunya sulit diperoleh di negeri itu.

Ia mengatakan selama berjualan di Singapura sejak 18 Juli lalu, keuntungannya belum begitu besar. "Memang agak sulit, tetapi kami mencari penjualan kakap, untuk ekspor tetap, bukan penjualan kecil-kecil lagi," katanya.

Menurut dia, sudah ada beberapa pengusaha Singapura yang tertarik untuk mengembangkan usaha bawang goreng dengan menarik produknya.

(Y011/M008)

Editor: Tasrief Tarmizi

COPYRIGHT © 2012

Ikuti berita terkini di handphone anda di m.antaranews.com

Komentar Pembaca
Kirim Komentar

Ikagi: gula nasional sulit bersaing dalam MEA

Ikagi: gula nasional sulit bersaing dalam MEAIndustri gula nasional saat ini sulit untuk bersaing dalam Masyarakat Ekonomi ASEAN 2015, khususnya dengan Thailand, ...

Menkeu minta Kementerian BUMN tagih deviden Freeport

Menkeu minta Kementerian BUMN tagih deviden FreeportMenteri Keuangan Chatib Basri meminta Kementerian BUMN untuk tetap menagih deviden PT Freeport Indonesia sebesar Rp1,5 ...