Sabtu, 25 Oktober 2014

Wahana penjelajah Curiosity mendarat di Mars

| 7.412 Views
id misi ke mars, pendaratan ke mars, pesawat antariksa NASA, pesawat NASA, robot curiosity
Wahana penjelajah Curiosity mendarat di Mars
Wahana penjelajah Curiousity dalam misi mencari tanda-tanda kehidupan di Planet Mars (www.nasa.gov)
Curiosity telah mendarat di Mars...
Washington (ANTARA News) - Wahana penjelajah Planet Mars, Curiosity, yang dilengkapi dengan peralatan tercanggih untuk menjelajah dunia lain, mendarat di Planet Merah pada Senin Pagi dalam misi mencari tanda-tanda kehidupan masa lampau di planet itu.

"Curiosity telah mendarat di Mars ... Waktu di tempat pendaratan adalah tengah hari, sekitar jam 3 sore waktu Mars di Kawah Gale," kata Badan Antariksa Amerika Serikat NASA dalam pengumuman resminya.

Curiosity mendarat di kaki gunung yang berlapis-lapis di ketinggian lima kilometer di dalam Kawah Gale, Mars. Kawah tersebut membentang sepanjang 100 mil, setara dengan gabungan wilayah Connecticut dan Rhode Island.

Para ahli geologi planet ingin mencari tahu lebih lanjut karena data dari Mars Reconnaissance Orbiter, wahana pengintai dan penjelajah Mars dari orbit, menunjukkan bahwa dasar kawah itu pernah basah karena air.

Para ilmuwan juga berpendapat bahwa tempat itu mungkin penuh dengan materi organik, senyawa karbon yang merupakan bahan kimia kunci sebagai dasar pembentuk kehidupan.

Wahana pendahulu Curiosity seperti Sojourner, Spirit dan Opportunity dijatuhkan di permukaan Mars dengan dilindungi bantalan udara saat pendaratan.

Akan tetapi, karena ukuran Curiosity yang besar, seukuran mobil Mini Cooper, maka bantalan udara tidak bisa digunakan. Sebagai gantinya, wahana itu diturunkan ke permukaan planet menggunakan derek udara.

NASA menyebut proses pendaratan itu "Teror Tujuh Menit" di video yang menggambarkan pendaratan Curiosity.

Mempunyai berat kira-kira satu ton, wahana itu merupakan yang terbesar dari semua robot yang pernah dikirim ke permukaan Mars.

Selama misi perdana yang berlangsung du tahun waktu Mars itu, hampir dua tahun waktu Bumi, para peneliti akan menggunakan alat-alat di wahana itu untuk mempelajari apakah wilayah pendaratan tersebut mempunyai kondisi alam yang bisa mendukung kehidupan mikroba serta apakah ada tanda-tanda kehidupan di planet merah itu.

Laboratorium Ilmiah Mars, nama resmi misi peluncuran wahana Curiosity, yang menghabiskan 2,5 miliar dolar AS itu diluncurkan dari Cape Canaveral, Florida pada 26 November 2011, lapor Xinhua.

(A059/H-AK)

Editor: Heppy Ratna

COPYRIGHT © ANTARA 2012

Komentar Pembaca
Baca Juga