Jumat, 19 September 2014

KNPI nilai prestasi olimpiade cermin kurang fokusnya pembinaan

Rabu, 8 Agustus 2012 20:26 WIB | 2.632 Views
KNPI nilai prestasi olimpiade cermin kurang fokusnya pembinaan
Taufan EN Rotorasiko (ANTARA)
Jakarta (ANTARA News) - Ketua Umum Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Taufan EN Rotorasiko menilai prestasi Indonesia di arena Olimpiade London 2012 menjadi cermin bahwa pemerintah kurang fokus dalam membina talenta-talenta muda di Tanah Air.

Padahal, kata Taufan di Jakarta, Rabu, sebagai negara dengan jumlah penduduk keempat terbesar, Indonesia memiliki banyak pilihan pemuda untuk dibina sebagai atlet masa depan.

Menurut dia, di antara jumlah penduduk, pilihan dan prestasi memiliki korelasi yang kuat. Sebagai contoh China yang mampu memimpin perolehan medali Olimpiade kali ini, walaupun prestasi China itu tidak diciptakan dalam semalam.

"Olahraga butuh proses, untuk mencari prestasi juga butuh proses," katanya.

Dikemukakannya bahwa prestasi China di bidang olahraga dikagumi banyak negara. Bahkan ada asumsi yang mengatakan semakin besar negaranya, semakin berprestasi.

"Jadi kalau China bisa juara satu, harusnya Indonesia bisa juara 4 karena kita negara nomor 4 paling banyak penduduknya di dunia. kira-kira begitu," katanya.

Dia menilai China bisa menggapai ranking satu dalam olimpiade itu melalui proses panjang yang memakan waktu tahunan sehingga Indonesia juga harus melakukan evaluasi bersama guna memperbaiki kinerja kedepan.

Di Olimpiade London, kontingen Indonesia berada di peringkat 45 dengan perolehan satu medali perak dan satu medali perunggu. "Otomatis ini PR (pekerjaan rumah) yang sangat berat, sangat panjang dan merupakan tanggung jawab kita semuanya," tukas Taufan.

Ia menambahkan, daripada mengkritik seluruh pihak sebenarnya dapat membantu kebangkitan pemuda di bidang olahraga.

Menurutnya, olahraga harus dijadikan bidang yang profesional dan fokus. "Dan tidak bisa hanya sebagai sambilan. Pandangan ini yang harus diubah," ujarnya.

Potensi pemuda Indonesia sangat terlihat dari munculnya bibit-bibit atlet masa depan. Kini, lanjut Taufan, tinggal bagaimana memproses bibit-bibit atlet yang ada bisa menjuarai olimpiade mendatang dan mendulang medali emas.

"Saya yakin kalau negara kita memberikan kepercayaan kepada pemuda, dalam waktu 5-10 tahun akan kita perbaiki," tukasnya.

Pada bagian lain, Taufan mengatakan bahwa semangat dan fokus para atlet muda harus terus dipacu dan harus dibuktikan di kancah dunia.

Kalau di satu daerah punya potensi di cabang olahraga tertentu, maka investasi harus digalakkan. "Misalnya di cabang olahraga tinju, fokus di tinju saja, investasi sarana prasarana di fokuskan di situ. Cabang lainnya juga begitu," demikian Taufan.
(ANT)

Editor: Ruslan Burhani

COPYRIGHT © 2012

Komentar Pembaca
Baca Juga