Jumat, 19 September 2014

Pasar modal Indonesia tumbuh 8,45 persen

Sabtu, 11 Agustus 2012 02:22 WIB | 4.735 Views
Pasar modal Indonesia tumbuh 8,45 persen
Refleksi seorang wanita berdiri di depan layar perdagangan bursa saham di kawasan Gedung Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Selasa (22/5). (FOTO ANTARA/Ismar Patrizki)
Jakarta (ANTARA News) - Pertumbuhan pasar modal Indonesia yang terangkum dalam Indeks Harga Saham Gabungan tercatat mencapai 8,45 persen sepanjang 2012.

Plt Ketua Badan Pengawas Pasar Modal dan Lembaga Keuangan (Bapepam LK) Ngalim Sawega di Jakarta Jumat mengatakan, sejauh ini pertumbuhan IHSG masih positif meskipun masih di bawah pertumbuhan beberapa bursa regional lainya.

"Indeks Filipina jadi yang tertinggi sampai dengan 9 Agustus ini," ujarnya saat perayaan 35 tahun diaktifkannya kembali Pasar Modal Indonesia.

Dari sisi kapitalisasi pasar, kata dia, tumbuh 6,07 persen sampai dengan 9 Agustus 2012 sejak dibukanya perdagangan pada 2 Januari 2012 lalu. Pertumbuhan paling tinggi dicatatkan bursa saham Filipina sebesar 25,82 persen.

Indeks PCOMP (Filipina) tercatat tumbuh paling tinggi sebesar 19,55 persen disusul indeks SETI (Thailand) sebesar 17,53 persen, indeks STI (Singapura) sebesar 13,54 persen, dan indeks KLCI (Malaysia) sebesar 8,52 persen.

Direktur Utama BEI, Ito Warsito menambahkan, pertumbuhan bursa saham Indonesia kalah saing dibandingkan beberapa bursa lain dikarenakan, awal posisi IHSG yang lebih tinggi dibandingkan bursa lainnya itu.

"Karena kami `start` sudah beda. Mereka banyak yang `start` dari posisi minus. Sehingga secara valuasi bursa Indonesia relatif lebih mahal. Tapi wajar saja karena kinerja emiten kami kan positif, rata-rata cetak laba," katanya.

Secara jangka panjang, lanjut Ito, bursa saham Indonesia masih jauh unggul dibandingkan bursa saham lainnya di regional Asia. Terlebih jika diukur sejak akhir 2008 atau sejak krisis berakhir pada periode saat itu.

Pada akhir 2008, IHSG berada di level 1,355 dan mengalami pertumbuhan 205,6 persen ditutup di level 4,141.56 pada penutupan perdagangan kemarin.

"Sebenarnya secara jangka panjang bursa saham kita lebih prospektif," ucapnya.

Sepanjang Januari sampai Juli 2012, Ito memaparkan nilai kapitalisasi pasar IHSG sebesar Rp3.916 triliun dari Rp3.722 triliun pada periode yang sama tahun lalu.

Rata-rata nilai transaksi harian saham sepanjang periode Januari sampai Juli ini sebesar Rp4,47 triliun atau turun 11,70 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu sebesar Rp5,06 triliun per hari.

"Likuiditas pasar sedang menurun karena Eropa masih krisis dan recovery di Amerika Serikat belum sepenuhnya," ujar Ito.

Meski demikian, tercatat rata-rata frekuensi transaksi harian saham sepanjang periode Januari sampai Juli ini mengalami kenaikan 9,23 persen mencapai 117.920 kali dibandingkan periode yang sama tahun lalu sebanyak 107.960 kali.

Rata-rata volume transaksi harian saham mencapai 4,04 miliar lembar saham atau turun 15,76 persen dibandingkan periode sama tahun lalu sebanyak 4,80 miliar saham.

(KR-ZMF/N002)

Editor: Suryanto

COPYRIGHT © 2012

Komentar Pembaca
Baca Juga