Selasa, 2 September 2014

Hatta: belum ada pemikiran menaikkan harga BBM 2013

Jumat, 17 Agustus 2012 03:51 WIB | 3.505 Views
Hatta: belum ada pemikiran menaikkan harga BBM 2013
Menko Perekonomian Hatta Rajasa (FOTO ANTARA)
Jakarta (ANTARA News) - Menko Perekonomian Hatta Rajasa mengatakan belum ada pemikiran dari pemerintah untuk menaikkan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) bersubsidi pada 2013.

"Belum ada pemikiran itu," ujarnya saat ditemui seusai menghadiri pidato penyampaian pemerintah atas RUU RAPBN 2013 beserta Nota Keuangan di Rapat Paripurna DPR RI, Jakarta, Kamis malam.

Untuk itu, menurut Hatta, dalam waktu dekat pemerintah akan terus melakukan penghematan dengan mengendalikan konsumsi BBM bersubsidi, karena beban anggaran subsidi akan semakin besar apabila kuota BBM bersubsidi meleset dari target yang telah ditetapkan.

"Kalau menaikkan harga BBM itu adalah sesuatu paling terakhir dan sangat tidak menjadi pertimbangan, yang paling penting adalah pengendalian, bagaimana bisa dilakukan agar kuota tidak meningkat karena berbahayanya mengakibatkan disparitas subsidi," ujarnya.

Namun, Hatta juga memastikan melakukan penghematan BBM tidak dapat berjalan efektif tanpa pengawasan dan penggunaan teknologi dalam implementasi kebijakan tersebut, selain membutuhkan dukungan masyarakat.

"Penghematan tanpa pengawasan dan penggunaan teknologi sulit kita lakukan, penggunaan teknologi dengan tujuan pembatasan akan efektif, dan harus mendapatkan dukungan masyarakat," ujarnya.

Menteri ESDM Jero Wacik juga memastikan belum ada kenaikan harga BBM bersubsidi pada tahun depan, karena untuk mengurangi beban energi, pemerintah berupaya menaikkan harga TTL dan memprioritaskan pemanfaatan energi terbarukan.

"BBM belum dipikirkan, apakah akan juga melalui pola dinaikan bertahap (seperti TTL), itu salah satu opsi. Namun opsi itu sekarang belum kita buka," ujarnya.

Sementara, terkait upaya penghematan yang telah dilakukan di lingkungan Kementerian Lembaga, Jero mengharapkan kebijakan tersebut terus dilakukan agar anggaran subsidi yang dibebankan kepada negara tidak terus meningkat setiap tahun.

"Bagaimanapun pada keadaan sulit ini harus menghemat. Biasanya orang Indonesia dalam keadaan sulit diajak berhemat, (saat ini) mau, tapi saat keadaan makmur tidak mau lagi," ujar Jero. (ANT)

Editor: B Kunto Wibisono

COPYRIGHT © 2012

Komentar Pembaca
Baca Juga