Jakarta (ANTARA News) - Pelantun lagu 'Umbrella', Rihanna, mengaku lebih menaruh perhatian kepada bekas pacarnya Chris Brown, meskipun Brown telah mengkerasi dia pada 2009 silam.

Hal itu dikatakan Rihanna pada wawancara untuk satu acara televisi yang dipandu oleh Oprah Winfrey baru-baru ini.

Saat diwawancara, Rihanna menitikan air mata ketika dia memperlihatkan bekas pukulan Brown.

Penyanyi berusia 24 tahun itu mengungkapkan perasaannya yang marah, tersakiti, dan merasa dikhianati, kala Brown mengkerasin dia, sesaat sebelum acara Grammy Awards pada February 2009 diselenggarakan.

"Ini hal yang sangat memalukan, dan saya sangat dipermalukan. Saya telah kehilangan seorang sahabat," kata Rihanna.

Seperti dikutip The Sun, Rihanna juga mengatakan bahwa dia sebenarnya juga ingin membantu Brown keluar dari masalahnya.

"Saya memang masih merasa marah, namun saya merasa dia melakukan kesalahan itu karena dia membutuhkan pertolongan. Tapi siapa yang bisa menolong dia," ujar Rihanna.

"Semua orang mengatakan dia seorang monster, namun tidak satu pun melihat apa sumber masalahnya. Dan ini membuat saya lebih memperhatikan dia," tambah Rihanna.

Pada peristiwa pemukulan 2009, Brown berusia 19 tahun. Dia dinyatakan bersalah dan dihukum lima tahun masa percobaan, ditambah pelayanan masyarakat dan konseling untuk kekerasan domestik.
(M048)