Rabu, 3 September 2014

Libya: loyalis Gaddafi ditahan atas pemboman Minggu

Senin, 20 Agustus 2012 06:46 WIB | 3.320 Views
Tripoli (ANTARA News) - Libya mengatakan telah menangkap 32 pendukung setia mantan pemimpin negara itu, Muammar Gaddafi, sehubungan dengan pemboman yang menewaskan dua orang di ibu kota Tripoli sebelumnya pada Minggu.

Seorang pejabat dari Komite Keamanan Tertinggi Libya, yang telah mengawasi masalah keamanan sejak penggulingan Gaddafi yang tewas tahun lalu, mengatakan 32 orang itu menjadi bagian dari satu jaringan terorganisir.

Kaitan-kaitan antara kelompok-kelompok dan serangan-serangan, di dekat fasilitas keamanan dan kementerian dalam negeri itu "telah ditetapkan", kata seorang pejabat kepada Reuters.

Ledakan kembar bom mobil menewaskan dua orang terjadi pada fajar Minggu di ibu kota Libya, kata pejabat keamanan, yang menyalahkan pengikut mantan pemimpin Moamar Gaddafi atas serangan tersebut.

Kepala keamanan Tripoli Kolonel Mahmud al-Sherif kepada AFP mengatakan bom itu diledakkan dengan kendali jauh dan menghantam dekat akademi militer dan pelayanan dalam negeri.

"Mereka adalah dua bom mobil yang diledakkan dengan remot kontrol," kata Sheriff, dan menambahkan bahwa empat orang juga terluka.

Serangan-serangan itu adalah hantaman pada hari pertama perayaan Idul Fitri umat Muslim yang menandai berakhirnya bulan puasa Ramadhan.

Bom mobil pertama meledak pada pukul 06.00 waktu setempat di dekat satu akademi militer di Omar al-Mokhtar Avenue - sebuah jalan utama Tripoli yang ditutup secara singkat untuk lalu lintas - dan yang kedua di dekat kementerian dalam negeri.

Seorang koresponden AFP mengatakan, pos pemeriksaan didirikan di jalan-jalan besar lainnya di pusat kota.

Ketika jalan kemudian dibuka kembali untuk lalu lintas, satu-satunya tanda ledakan adalah beberapa pecahan kaca di trotoar hangus.

Awal bulan ini, tiga pria yang diduga mempersiapkan serangan bom tewas dalam serangan polisi di dekat Tripoli, tetapi beberapa dari mereka berhasil melarikan diri, kata pihak berwenang.

Menurut Sherif, serangan pada Minggu itu direkayasa oleh "sel tidur yang sama," karena bahan peledak dan metode yang digunakan adalah sama seperti pada penyerangan di pusat kota Tripoli 3 Agustus.

Deputi Menteri Dalam Negeri Omar al-Kadhrawi mengatakan kepada AFP, bahwa petugas keamanan telah memberi tahu atas kemungkinan serangan yang dilakukan di Libya.

"Selama tiga hari terakhir, kami memiliki informasi bahwa serangan tersebut bisa terjadi, tetapi sulit untuk mengontrol segalanya karena negara ini dipenuhi dengan senjata," katanya. (AK)

Editor: B Kunto Wibisono

COPYRIGHT © 2012

Komentar Pembaca