Jumat, 1 Agustus 2014

David melaju ke semifinal tenis meja Paralimpia

Sabtu, 1 September 2012 21:43 WIB | 4.885 Views
David melaju ke semifinal tenis meja Paralimpia
David Jacob. (tenismeja.net)
London (ANTARA News) - Petenis meja difabel Indonesia, David Jacob, melaju ke semifinal setelah mengalahkan atlet unggulan China Lu Xialei di perempat final dengan bermain empat set yang berlangsung di Gedung Excel London, Sabtu siang waktu setempat.

Di Set pertama dimenangkan David 12-10 lalu set kedua China unggul 11-8,set ke ketiga David kembali unggul lagi 12 - 8 dan dan akhirnya di set keempat David menutup dengan skor 11-14, demikian koresponden ANTARA London melaporkan dari Excel London..

Pertandingan berlangsung seru dan menegangkan David mendapat dukungan dari penonton yang memadati gdung Excel dan juga keluarga serta kontingen Indonesia yang diketuai James Tangkudung beserta atlet angkat berat Indonesia dan masyarakat Indonesia di London.

David terlihat sangat profesional menghadapi lawannya yang seimbang dari China. Kedua pemain memperlihatakan kemampuan terbaiknya masing-masing dengan poin saling susul menyusul, dan akhirnya David mampu meredam pemain andalan China ini.

PendukungIndonesia, walaupun sedikit, namun ketika David menyelesaikan pertarungannya, suara hidup Indonesia tak kalah kerasnya dan menggema, saking senangnya. Nampak pula ayah dan kakak David serta anak dan istrinya, yang tak henti-hentinya memberikan semangat.

Atlet kelahiran Makassar, Sulawesi Selatan, pada 21 Juni 1977 itu mulai berkenalan dengan tenis meja sejak umur 10 tahun.

Davidyang awalnya menempati peringkat 40 dunia kelas 10, pelan-pelan merangkak ke urutan 20 dunia, hingga akhirnya menjadi peringkat tiga dunia di bawah China dan Spanyol.

"Waktu itu saya tinggal di Batang, Pekalongan, Jawa Tengah, di dekat rumah ada tenis meja. Saya suka main dan akhirnya jadi hobi. Walau ada kekurangan fisik, orangtua terus memotivasi," ujar ayah dari seorang anak tersebut.

Orangtua David melihat semangat anaknya bermain tenis meja, lantas ia dicarikan pelatih. Saat pindah ke Jakarta tahun 1993, David pun masuk klub tenis meja dan di sini ia kian serius menekuni cabang olahraga ini.

David bermain kidal karena kekurangan fisiknya pada jari tangan kanan sejak lahir, namun itu tidak menjadi halangan baginya yang sejak dua tahun bergabung sebagai atlet difabel.

Ia telah berlaga pada SEA Games sejak 2001 dalam nomor ganda dan berhasil merebut medali perak pada SEA Games 2005.

"Saya merasa di normal prestasi saya sudah puncak. Saya ingin prestasi yang lebih tinggi lagi, ikut Paralimpiade. Targetnya bisa meraih medali, medali apa saja," ujarnya.

Setelah bergabung sebagai atlet difabel pada 2010, David yang akhirnya bermain solo langsung mengukir prestasi dengan merebut gelar juara pada Asian Para Games 2010 di Guangzhou, China, lalu dalam ASEAN Para Games 2011 di Solo, Indonesia.Ia juga mengikuti beberapa single event dengan mencari sponsor sendiri.

Ketua Tim Indonesia, James Tangkudung, mengatakan bahwa kemenangan pertama David ini modal semangat untuk bertanding berikutnya.

"Awal kemenangan yang bagus, ini modal untuk melaju ke babak berikutnya," ujar James Tangkudung.

Dijadwalkan David bermain lagi malam ini, masih dibabak perempat final. "Kalau David menang lagi, maka semifinal menanti, artinya medali sudah kelihatan," kata James.

Dalam Paralimpic Games London 2012 ini, China menurunkan 35 atlet tenis meja untuk bermain diberbagai kelas klasifikasi. Rombongan atlet sendiri secara keseluruhan berjumlah 400 atlet dan ofisial, sedangkan Indonesia hanya menurunkan empat atlet dengan 14 delegasi. (*)

Editor: Priyambodo RH

COPYRIGHT © 2012

Komentar Pembaca
Baca Juga