Jumat, 31 Oktober 2014

Ahsan: pemisahan tidak dipaksakan

| 4.760 Views
id herry iman pierngadi, muhamad ahsan, bona septano, christian hadinata
Ahsan: pemisahan tidak dipaksakan
Ganda putera Indonesia Mohammad Ahsan/Bona Septano, menyanyikan lagu 'Indonesia Raya' usai meraih medali emas SEA Games XXVI/2011 di Stadion Istora Senayan Jakarta. (FOTO ANTARA/Yusran Uccang)
Memang dari kami, atlet, yang mau berpisah
Jakarta (ANTARA News) - Pemain spesialis ganda Mohamad Ahsan mengatakanm pemisahan dia dengan pasangannya Bona Septano tidak ada paksaan dari pihak mana pun.

"Pemisahan nggak dipaksakan siapa-siapa. Memang dari kami, atlet, yang mau berpisah," kata Ahsan kepada wartawan dalam acara evaluasi ganda putra di Pelatnas Cipayung, Jakarta, Rabu.

Bona juga membenarkan pernyataan tersebut. "Nggak ada paksaan dari pelatih. Kalau ada yang nulis itu, nggak benar," katanya.

Pelatih ganda putra Pelatnas Herry Iman Pierngadi mengatakan penampilan terakhir mereka sebagai pasangan ganda putra adalah pada Indonesia Open di Palembang.

"Setelah itu berpisah supaya ke depannya lebih baik, Bona lebih baik, Ahsan lebih baik," jelasnya.

Pelatih Kepala Ganda PBSI Christian Hadinata mengatakan perubahan ini diharapkan menjadi lebih baik.

"Kita tahu, bersama Herry kedua atlet ini, Bona-Ahsan, sudah maksimal banget. Puncaknya Olimpiade kemarin, latihan mati-matian, fokus," katanya.

"Kalau tidak ada perubahan kami sudah tau hasilnya.

Berganti pasangan itu tujuannya menjadi lebih baik. Atlet dan pelatih tentu ingin prestasi yang lebih baik dari sekarang," jelasnya.

Bona Septano mengatakan pembahasan mengenai pemisahan ini ada setelah Olimpiade London 2012. Di London, pasangan tersebut terhenti di perempat final, saat dikalahkan pasangan Korea Selatan Jung Jae Sung-Lee Yong Dae 12-21, 16-21.
  
Selanjutnya, Ahsan akan dipasangkan dengan Hendra Setiawan, peraih medali emas Olimpiade Beijing 2008 saat berpasangan dengan Markis Kido. Saat ini, Hendra sedang menjalani proses dipanggil kembali ke Pelatnas.

(nta) 

Editor: Fitri Supratiwi

COPYRIGHT © ANTARA 2012

Komentar Pembaca
Baca Juga