Sabtu, 20 Desember 2014

"Media harus kawal komitmen pemerintah terkait Rio+20"

| 3.996 Views
id media massa, komitmen deklarasi, Rio+20, pembangunan berkelanjutan
Masyarakat pada umumnya masih menganggap Rio+20 sebagai KTT lingkungan hidup, bukan tentang pembangunan berkelanjutan.
Jakarta (ANTARA News) - Media massa berperan mengawal pemerintah dalam melaksanakan komitmennya terkait hasil deklarasi Rio+20.

"Memastikan, mendorong pemerintah untuk melaksanakan komitmennya," kata Pemimpin Redaksi surat kabar The Jakarta Post, Meidyatama Suryodiningrat, dalam forum media yang bertajuk Rio+20 dalam menyongsong masa depan, di Jakarta, Kamis.

Ia mengatakan dengan selesainya Millenium Development Goals (MDG`s) pada 2015, maka pemerintah harus mulai menentukan target yang akan dicapai dalam 20 hingga 30 tahun mendatang.

Menurut dia, media dalam peliputan masalah lingkungan hidup memiliki tantangan. Hal tersebut karena fungsi pers yang harus melayani masyarakat tetapi masih berbenturan dengan minat masyarakat.

"Bukan bersumber pada ketidakpedulian pers terhadap lingkungan. Kalau kami meliput masalah lingkungan secara besar-besaran, seberapa besar minat masyarakat terhadap liputan kami?" katanya.

Ia menambahkan masyarakat juga masih kurang memahami konferensi Rio+20. Masyarakat pada umumnya masih menganggap Rio+20 sebagai KTT lingkungan hidup, bukan tentang pembangunan berkelanjutan.

Dikatakannya, media massa harus mengajak masyarakat untuk mengaplikasikan usaha pelestarian lingkungan secara praktis.

Ia mencontohkan, tingginya minat masyarakat terhadap makanan organik meski dengan harga yang lebih tinggi menunjukkan munculnya kesadaran masyarakat. Selain itu, banyaknya toko swalayan yang tidak lagi menyediakan kantong plastik untuk berbelanja juga suatu hal yang perlu dihargai.

Menurut dia, upaya pelestarian lingkungan itu terkait dengan bagaimana mengubah pola pikir dan gaya hidup.

Rio+20 yang diselenggarakan di Rio de Janeiro, Brasil, Juni 2012 lalu berfokus pada dua agenda besar yakni ekonomi hijau dan kelembagaan pembangunan berkelanjutan.

(SDP-46/A011)

Editor: Ella Syafputri

COPYRIGHT © ANTARA 2012

Komentar Pembaca
Baca Juga