Sabtu, 1 November 2014

Pefindo tarik peringkat Bakrie Telecom

| 4.200 Views
id pfindo, bakrie telecom, perdagangans aham BTEL, perdagangans aham
Jakarta (ANTARA News) - PT Pemeringkat Efek Indonesia (Pefindo) akan menilai kembali atau menarik peringkat PT Bakrie Telecom Tbk (BTEL) dan obligasi I-2007 senilai Rp650 miliar, setelah pelunasan obligasi yang dilakukan perseroan.

Analis Pefindo, Niken Indiarsih mengatakan pihaknya akan melakukan kembali pemantauan peringkat BTEL atas permintaan dari perseroan.

"Selain itu juga tergantung pada kelengkapan data dan informasi yang dibutuhkan untuk proses pemeringkatan," katanya dalam keterangan resmi di Jakarta, Jumat.

Sebelumnya, pada 5 September 2012 otoritas BEI telah membuka perdagangan saham BTEL setelah perusahaan telekomunikasi itu menyerahkan bukti pembayaran utang obligasi jatuh tempo pada 4 September 2012.

Selain pembayaran utang obligasi yang akan meringankan beban keuangannya, BTEL juga melakukan pemulihan kinerja perseroan melalui revitalisasi organisasi, efisiensi operasi, penguatan distribusi di wilayah Jakarta, Banten dan Jawa Barat (JBJB), perluasan jaringan, dan pengembangan layanan data baik secara organik maupun unorganik melalui akuisisi Sampoerna Telekomunikasi Indonesia (STI).

Untuk itu perseroan melakukan peningkatan modal melalui transaksi non-preemptive right issue (NPR) senilai hampir Rp900 miliar serta pinjaman dari konsorsium yang difasilitasi Credit Suisse senilai 50 juta dolar AS.

Dari total transaksi NPR, Rp557 miliar merupakan dana tunai yang berasal dari Bakrie Global Ventura dan sisanya ditukar dengan saham STI.

Dengan transaksi NPR di harga saham Rp265 atau hampir dua kali lipat dari harga saham BTEL di pasar, Grup Bakrie berkomitmen penuh terhadap pengembangan perseroan ke depan dan menjadi pemegang 6,8 persen saham BTEL.

Dari total dana tunai yang terkumpul, Rp650 miliar digunakan untuk pembayaran obligasi yang jatuh tempo tanggal 4 September 2012 dan sisanya untuk pengembangan usaha mendukung revitalisasi perseroan.
(IAZ/SSB/D012)

Editor: Desy Saputra

COPYRIGHT © ANTARA 2012

Komentar Pembaca
Baca Juga