Malang (ANTARA News) - Kuota tambahan yang diperoleh Kantor Kementerian Agama Kabupaten Malang, Jawa Timur, tahun ini diprioritaskan bagi calon haji yang telah berusia lanjut atau lansia.

Kasi Penyelenggaraan Haji dan Umroh Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Malang Abdul Rahman, Rabu, mengatakan, kuota tambahan dari pusat sebanyak sembilan orang tersebut memang diprioritaskan untuk lansia yang berumur 87 tahun ke atas.

"Kami sudah menyampaikan langsung pada calon haji yang telah berusia di atas 87 tahun. Meski tidak sesuai urutan daftar tunggu, calon haji lansia memang harus diprioritaskan agar bisa berangkat tahun ini," katanya.

Menurut dia, bagi calon haji lansia yang bisa berangkat tahun ini diberi kesempatan untuk melunasi BPIH-nya mulai 12-14 September. Dalam kurun waktu tiga hari ini, mereka harus bisa melunasi BPIH agar bisa ikut dalam porsi haji tahun ini.

Kuota tambahan sembilan orang lansia yang bakal menunaikan ibadah haji ke Tanah Suci tahun ini berasal dari Kecamatan Kepanjen, Tajinan, Singosari, Pakis, Sumbermanjing Wetan serta Gondanglegi.

Seharusnya, kata Abdul Rahman, para calon haji yang masuk kuota tambahan tersebut berangkat pada tahun 2014 dan 2018. Namun, dengan adanya kuota tambahan yang diprioritaskan untuk lansia, mereka bisa berangkat tahun ini.

Dengan adanya tambahan sembilan orang calon haji lansia tersebut, maka jumlah calon haji lansia dari Kabupaten Malang semakin banyak, yakni sekitar 400 orang dari kuota secara keseluruhan sebanyak 2.002 orang.

"Hanya saja, sampai saat ini kami masih belum tahu kapan jadwal keberangkatan dan kelompok terbang (kloter) para calon haji tersebut. Namun, yang pasti berangkat pada gelombang kedua sekitar pertengahan Oktober mendatang," ujarnya.

(E009/M008)