Minggu, 21 September 2014

Polda belum tetapkan tersangka tenggelamnya KMP Bahuga Jaya

Sabtu, 29 September 2012 03:32 WIB | 1.971 Views
Polda belum tetapkan tersangka tenggelamnya KMP Bahuga Jaya
Sejumlah petugas Basarnas menyisir lokasi titik tenggelamnya KMP Bahuga Jaya di Perairan Selat Sunda, Kamis (27/9). Puluhan Tim SAR gabungan dari Bazarnas, Denjaka Korps Marinir dan Dinas Perhubungan Provinsi Lampung dikerahkan untuk melakukan pencarian terhadap korban di sekitar titik tenggelamnya tersebut. (FOTO ANTARA/Kristian Ali)
Bandarlampung ANTARA News) - Kepala Kepolisian Daerah (Kapolda) Lampung menegaskan bahwa pihaknya belum menetapkan tersangka kasus tenggelam feri KMP Bahuga Jaya di perairan Selat Sunda, Lampung Selatan, Rabu (26/9) lalu.

"Betul ada tersangkanya, namun penetapan tersangka untuk kasus ini kami masih perlu berkoordinasi dengan pihak PT ASDP, Komite Nasional Keselamatan Penerbangan, dan pengawasan pelayaran," kata Kapolda Lampung Brigjen Pol Jodie Rooseto, saat dikonfirmasi di Bandarlampung, Jumat malam.

Saat ini, menurut dia, pihaknya masih melakukan penyidikan dan penyelidikan terhadap sejumlah awak kapal itu, baik kapal tanker Norgas Cathinka dari Singapura dan KMP Bahuga Jaya yang tenggelam.

"Memang secara kasat mata tampak kecelakaan itu disebabkan karena adanya kelalaian manusia sehingga sampai menelan korban jiwa," ujar Kapolda lagi.

Pihak Polda Lampung telah meminta keterangan dari nakhoda kapal tanker yang diduga telah menabrak KMP Bahuga Jaya di perairan dekat Pulau Rimau Balak, sekitar empat mil dari Pelabuhan Bakauheni, Lampung Selatan, Rabu (26/9 dini hari.

KMP Bahuga Jaya itu sedang dalam pelayaran membawa lebih 200 orang penumpang dan sekitar 78 unit kendaraan, dari Pelabuhan Merak, Banten ke Bakauheni.

Informasi pada hari ini, tim SAR gabungan telah menemukan kepastian posisi bangkai KMP Bahuga Jaya.

Badan kapal terdeteksi Esco Sounder Portable pada titik koordinat 05.53.223 south (selatan) 105.51.174 east (timur).

Koordinator SAR Monitoring Center untuk pencarian KMP Bahuga Jaya, Saidar L Jaya, menegaskan bahwa bangkai kapal feri yang tenggelam itu berada pada kedalaman sekitar 70 meter.

Tim SAR menurut dia, memerlukan dukungan peralatan khusus untuk melakukan penyelaman di bawah laut sedalam 50 meter lebih dari permukaan laut.

Pada Rabu dini hari itu, KMP Bahuga Jaya berangkat dari dermaga II Merak menuju Pelabuhan Bakauheni, Lampung.

Setelah berlayar 1,5 jam atau sekitar pukul 04.40 WIB, KMP Bahuga Jaya melintasi Pulai Sangiang bertemu dengan kapal tanker Norgas Cathinka (NGC) berbendera Singapura dari arah selatan Samudra Indonesia menuju utara Laut Jawa.

Saat mengetahui keberadaan kapal tanker itu, nakhoda KMP Bahuga Jaya berusaha menghindari kapal tersebut dengan memutar haluan ke arah kiri untuk memberi jalan kepada tanker NGC.

"Ternyata Tanker NGC juga memutar haluan ke kanan, mungkin dengan tujuan memberi jalan kepada KMP Bahuga Jaya, hingga akhirnya NGC menabrak lambung kanan KMP Bahuga," kata Kabid Humas Polda Lampung, AKBP Sulistyaningsih.

Setelah tabrakan tersebut, KMP Bahuga Jaya mengalami kemiringan ke arah kiri cukup kuat hingga lebih 10 derajat, dan semakin miring karena muatan kapal bergeser ke lambung kiri.

"Dalam waktu 30 hingga 40 menit, KMP Bahuga Jaya tenggelam, dan sebagian besar penumpang maupun kru kapal menyelamatkan diri dengan menaiki dek atas dan menggunakan jaket penolong," ujar dia lagi.

Dalam kecelakaan laut di Selat Sunda ini, disebutkan tujuh orang tewas dan satu orang dalam keadaan kritis, sementara 200-an penumpang lainnya berhasil diselamatkan.

(ANT-316/B014)

Editor: Tasrief Tarmizi

COPYRIGHT © 2012

Komentar Pembaca
Baca Juga