Selasa, 21 Oktober 2014

Bugiakso minta sistem pengkaderan parpol dibenahi

| 2.568 Views
id parpol, kinerja parpol, sistem pengkaderan parpol, pemimpin parpol, ketua jsc, bugiakso
Pengkaderan partai politik di Indonesia tidak sepenuhnya benar. Sistem ini bisa merusak moral partai politik. Karena, setiap orang yang mempunyai uang bisa seenaknya saja masuk ke partai politik,"
Jakarta (ANTARA News) - Ketua Umum Jenderal Soedirman Center (JSC) Bugiakso mengatakan,
sistem perekrutan partai politik di Indonesia saat ini perlu dibenahi, karena yang terjadi selama ini sistem pengkaderan parpol didominasi oleh orang-orang yang berduit.

"Pengkaderan partai politik di Indonesia tidak sepenuhnya benar. Sistem ini bisa merusak moral partai politik. Karena, setiap orang yang mempunyai uang bisa seenaknya saja masuk ke partai politik," kata Bugikaso saat membuka acara kepemimpinan di Jakarta, Jumat.

Dia menambahkan, sistem seperti ini bisa merusak tatanan dalam berpolitik di tanah air. "Jadi, kalau tidak dibenahi dari sekarang anggota DPR bisa terjadi pergeseran moral," katanya.

Bugiakso menilai, partai politik saat ini hanya memfasilitasi orang-orang yang mau jadi pemimpin secara instan. "Menjadi pemimpin, harus menjadi pelayan bagi rakyat, bukan malah menjadi seorang raja," ujarnya.

Sementara itu, Wakil Gubernur Lemhannas Moeldoko mengatakan, masih banyak lembaga sosial yang mampu melakukan pengkaderan di luar partai politik.

Lemhannas menyarankan calon pemimpin harus memiliki kepribadian yang bersih, jujur, bekan, bertanggung jawab serta bisa diterima dengan baik oleh masyarakat.

"Saya yakin, lembaga sosial seperti Jenderal Soedirman Center mampu memberikan pembekalan yang baik dari parpol," katanya.

Lemhannas menilai, saat ini di Indonesia masih mengalami krisis kepemimpinan. Belum ada pemimpin bangsa ini yang benar-benar mementingkan rakyatnya.

"Sebaiknya pemimpin negara ini bisa meniru gaya kepemimpinan Jenderal Soedirman. Meskipun Jenderal Soedirman ditandu, namun semangat berjuang melawan penjajah masih diutamakan," pungkasnya.(*)

Editor: Ruslan Burhani

COPYRIGHT © ANTARA 2012

Komentar Pembaca
Baca Juga