Rabu, 27 Agustus 2014

Peneliti identifikasi spesies ikan mikih

Kamis, 15 November 2012 16:25 WIB | 2.203 Views
Mukomuko, Bengkulu (ANTARA News) - Para peneliti akan mengidentifikasi secara ilmiah spesies ikan mikih yang hanya ditemui di Kabupaten Mukomuko, Provinsi Bengkulu.

Peneliti dari Balai Penelitian dan Pengembangan Budi Daya Air Tawar Bogor, Jawa Barat, akan mengidentifikasi spesies ikan itu di Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI).

"Identifikasi ini untuk mengetahui karakteristik ikan `mikih` itu jenis apa, karena Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia memiliki banyak koleksi ikan," kata peneliti dari Balai Penelitian dan Pengembangan Budi Daya Ikan Air Tawar Bogor, Jojo Subagga, di MUkomuko Kamis.

Didampingi peneliti lainnya dari Sidi Asih, Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Mukomuko Eddy Apriyanto dan Kepala Bidang Perikanan Budi Daya DKP Mukomuko AM Azbas Novyan, Jojo menambahkan, bahwa spesies yang akan diidentifikasi nantinya adalah sample ikan "mikih" yang telah dibekukan.

"Kami sudah berusaha membawa spesies untuk diidentifikasi itu dalam keadaan hidup, namun yang dapat hanya ikan yang ukurannya hanya tiga jari dalam kondisi telah mati," ujarnya.

Meskipun begitu, lanjutnya, spesies ikan "mikih" yang dibawa dalam keadaan mati itu tidak mempengaruhi kegiatan identifikasi secara ilmiah di LIPI.

"Jika nantinya LIPI tidak memiliki koleksi ikan jenis `mikih` ini, kemungkinan akan dibuat sendiri nama latin dari ikan ini, agar ikan tersebut bisa dikenalkan sebagai salah satu ikan langka di Indonesia," ujarnya.

Untuk melakukan pengembangan ikan "mikih" yang berasal dari Kabupaten Mukomuko, dia menyebutkan, pihaknya telah melakukan berbagai tahapan untuk sampai pada tingkat domistikasi atau penangkaran. Tahapan itu, meliputi eksplorasi, karakteristik jenis, dan identifikasi spesies di LIPI.

Selama tiga hari sejak hari Sabtu (10/11) hingga Senin (12/11), kata dia, pihaknya telah melakukan eksplorasi di hulu Sungai Air Dikit dengan membawa berbagai perlengkapan termasuk oksigen untuk ikan tersebut agar diperoleh dalam keadaan hidup.

Kepala DKP Kabupaten Mukomuko Eddy Apriyanto berharap ikan "mikih" yang ada di daerah itu tidak punah seiring tingginya minat warga setempat mengkonsumsi daging termasuk telur ikan tersebut.

Harapan lainnya, kata dia, melalui kegiatan penelitian tersebut, ikan yang keberadaannya mulai langka itu dapat segera dibudidayakan dan dijadikan ikon daerah itu.

"Tahun 2013 kegiatan penelitian untuk pengembangan ikan ini tetap dilaksanakan sampai ikan ini dapat dijinakkan dan dibudidayakan," ujarnya.

Peneliti lainnya dari Balai Penelitian dan Pengembangan Budi Daya Ikan Air Tawar Bogor Sudi Asih menyarankan pihak DKP mencoba melakuka penangkaran larva atau ikan dari telur yang baru menetas sampai bentuk definitif.

Karena, lanjutnya, cara itu merupakan yang paling mudah untuk mendapatkan ikan tersebut, meskipun larva yang diperoleh nantinya terdiri dari berbagai jenis ikan yang penting spesies ikan "mikih" sudah ada.

(KR-FTO/S023)

Editor: Suryanto

COPYRIGHT © 2012

Komentar Pembaca
Baca Juga