Majene, Sulbar (ANTARA News) - Pementasan ciri khas kebudayaan Kabupaten Majene, Sulawesi Barat, "Sayyang Pattuddu" (kontes kuda hias), di Majene, Minggu, disambut antusias ribuan masyarakat.

Pementasan dan kontes kuda hias yang digelar di halaman gedung Assamaleuang Majene, mendapat perhatian besar dari ribuan masyarakat sebab keunikan dan kekhasan budaya turun-temurun itu hanya dilakukan pada momentum tertentu, di antaranya pada perayaan Maulid Nabi Muhammad SAW.

Sebelum kontes diselenggarakan, ratusan kuda hias berarak-arakan mengelilingi pusat kota dan disaksikan masyarakat di sepanjang jalan.

Selanjutnya ratusan kuda hias tersebut menuju lokasi pementasan dimarakkan grup rebana sebagai pengiring.

Warga Majene, Subhan mengaku sangat antusias dengan adanya pementasan dan kontes kuda hias tersebut sebab pelaksanaannya sangat jarang dilakukan, kecuali dalam momentum tertentu seperti saat pernikahan, penamatan Al-Qur`an, serta perayaan Maulid.

"Namun pementasan kali ini sangat berbeda dibanding momentum lainnya sebab diikuti ratusan peserta dilengkapi dengan grup rebana dan kuda hias yang ditunggangi dua wanita berpakaian adat khas Mandar dan dengan riasan yang mempesona," ungkapnya.

Dalam kontes kuda hias tersebut, setiap kelompok menampilkan dua ekor kuda yang ikut menari saat grup rebana memainkan rebananya dari ukuran besar hingga paling kecil. Pemainnyapun dilakukan oleh orang dewasa hingga anak usia 10 tahun.

Tim juri menilai hiasan kuda serta penunggangnya dalam mementaskan alunan rebana yang dimainkan sepanjang pementasan. Selain itu, dilakukan juga balas pantun antara peserta dengan sejumlah pejabat Pemkab Majene yang juga menghadiri pentas tersebut.

Pantun yang disampaikan bervariasi. Mulai dari penyampaian pesan keagamaan yang juga berhubungan dengan momentum Maulid, beberapa di antaranya menyampaikan pesan sosial sesuai dengan kenyataan yang mereka saksikan agar pemerintah mampu memberikan tanggapan yang dibalas melalui pantun pula.

Setelah pementasan, kegiatan dilanjutkan ritual Maulid yang diselenggarakan di Lingkungan Salabose, Kelurahan Pangaliali, Kecamatan Banggae, sekaligus menjadi puncak perayaan Maulid.  (AAT/F003)