Minggu, 26 Oktober 2014

Penjualan Sukuk SR-004 serap Rp13,6 triliun

| 2.532 Views
id sukuk ritel, kemnekeu, ditjen pengelolaan utang, rahmat waluyanto
Penjualan Sukuk SR-004 serap Rp13,6 triliun
Dirjen Pengelolaan Hutang Kementrian Keuangan, Rahmat Waluyanto. (ANTARA)
Jakarta (ANTARA News) - Direktur Jenderal Pengelolaan Utang Kementerian Keuangan Rahmat Waluyanto mengatakan penjualan Sukuk Ritel seri SR-004 menyerap dana sebesar Rp13,6 triliun.

"Penjualan dilakukan pada 5 sampai 16 Maret 2012, melalui 24 agen penjual dengan total komitmen penjualan Rp13,6 triliun," ujarnya dalam jumpa pers terkait penjualan Sukuk Ritel SR-004 di Jakarta, Senin.

Menurut Rahmat, minat masyarakat terhadap SR-004 cukup besar yang ditandai oleh meningkatnya minat lembaga keuangan untuk menjadi agen penjual dan jumlah pemesanan pembelian yang disampaikan dibandingkan Sukuk Ritel sebelumnya.

Selain itu, minat yang meningkat dari masyarakat tersebut juga terlihat dari besarnya investor SR-004 yang mencapai 17.606 orang.

"Jumlah ini merupakan jumlah investor terbanyak dalam penjualan sukuk ritel selama ini," kata Rahmat.

Ia menambahkan pemerintah telah menetapkan kuota yang dapat diserap Rp13,6 triliun namun karena banyaknya permintaan sempat ada keinginan untuk menaikkan kuota penjualan atau upsize sebesar Rp5,4 triliun, meningkatkan 39,7 persen menjadi Rp19 triliun.

Tapi, kata Rahmat, pemerintah menolak seluruh permintaan kenaikan kuota penjualan dari agen penjual tersebut dengan pertimbangan target penerbitan telah tercapai dan memberikan ruang untuk penerbitan jenis instrumen SBSN lainnya.

"Apalagi komitmen penjualan SR-004 sebesar Rp13,6 triliun juga merupakan komitmen penjualan tertinggi dibandingkan seluruh penerbitan sukuk ritel sebelumnya," katanya.

Dari jumlah investor yang mencapai 17.606 orang, sebanyak 14.558 orang atau 82,6 persen menyampaikan pembelian maksimal Rp1 miliar, dengan total volume pemesanan pembelian Rp4,12 triliun atau 30,3 persen.

Berdasarkan profesi, jumlah investor terbanyak merupakan pegawai negeri sipil sebesar 28 persen, diikuti pegawai swasta 20,69 persen dan wiraswasta 19,91 persen.

Rata-rata pembelian per investor seri SR-004 mencapai Rp773,25 juta, dengan minimal pembelian Rp5 juta dan maksimal pembelian Rp5 miliar.

Penjatahan SR-004 yang memilki imbalan 6,25 persen ini akan ditetapkan pada 19 Maret 2012 dan penerbitan pada 21 Maret 2012 dengan tanggal jatuh tempo 21 September 2015.

Menurut Rahmat, untuk memperluas basis investor sukuk ritel di masa mendatang, pemerintah melakukan akan upaya tertentu untuk mendorong minat masyarakat.

Upaya tersebut antara lain dengan menurunkan batas pembelian dari Rp5 miliar menjadi Rp1 miliar, menambahkan agen penjualan dan memperpanjang tenor obligasi.

"Kita akan melakukan diversifikasi apakah ada yang non tradable dan penerbitan kupon variabel yang dapat dikaitkan dengan laju inflasi," ujar Rahmat.

Sebelumnya, penerbitan sukuk ritel SR-001 berhasil menyerap Rp5,6 triliun, SR-002 menyerap Rp8 triliun dan SR-003 menyerap Rp7,3 triliun.

Sementara, jumlah investor untuk penerbitan SR-001 adalah sebanyak 14.295 orang, SR-002 sebanyak 17.231 orang dan SR-003 sebanyak 15.487 orang.
(T.S034/A023)

Editor: Ruslan Burhani

COPYRIGHT © ANTARA 2012

Komentar Pembaca
Top News
Baca Juga