Senin, 22 Desember 2014

"Galau" bisa picu bipolar

| 1.268 Views
id bipolar, penyakit jiwa, gangguan jiwa
...setiap orang pasti dapat merasakan sedih dan pesimis. Namun bila itu terjadi terus menerus atau disebut sebagai episode depresi , maka perlu dikhawatirkan."
Jakarta (ANTARA News) - Remaja yang terlalu sering galau dapat  terkena gangguan bipolar.  Bipolar adalah gangguan jiwa  yang  terjadi secara  berulang-ulang dalam rentan waktu yang lama dan berlangsung selama seumur hidup. Gangguan ini ditandai dengan gejala-gejala perubahan alam perasaan.

"Remaja yang dikenal sedang mengalami masa-masa galau, memang sangat mudah terserang depresi," ujar Kepala Departemen Psikiatri RSCM, Dr A. A. Ayu Agung Kusumawardhani, SpKJ(K).

Agung mengatakan hal itu saat menjadi pembicara dalam seminar media yang bertema 'Gangguan Bipolar: dapatkah dikendalikan', di Jakarta pada Rabu.

"Kita harus lihat apakah itu hanya berupa penyesuaian diri pada keadaan atau kah sudah merupakan episode depresi," kata Agung.

Episode depresi terjadi pada orang yang mengidap masa depresi setiap hari dengan minimum waktu dua minggu.

"Hal ini dapat terlihat dari perilakunya, yang tidak mau bertemu dengan orang-orang, pesimistik, memikirkan sesuatu yang nihilistik, maka kemungkinan untuk dapat terpicu bipolar 30 persen," ujar Agung.

Ketua Seksi Bipolar Perhimpunan Dokter Spesialis Kedokteran Jiwa Indonesia (PDSKJI), dr.Handoko Daeng, SpKJ(K), yang turut hadir dalam seminar tersebut menjelaskan bahwa antara depresi reaktif dan depresi bipolar itu harus dibedakan dengan beberapa tes tertentu.

"Jenis depresi yang berbeda, karena setiap orang pasti dapat merasakan sedih dan pesimis. Namun bila itu terjadi terus menerus atau disebut sebagai episode depresi , maka perlu dikhawatirkan," ujar Daeng.

Gangguan Bipolar kerap kali menimbulkan ide untuk bunuh diri pada penderitanya, bahkan angka bunuh diri bekisar 0,4 persen per tahun pada laki-laki dan perempuan yang terdiagnosis bipolar.

Tindakan bunuh diri seringkali terjadi saat awal sakit dan berhubungan dengan episode depresi berat dan fase disforik agitatif khususnya setelah episode depresi berat berulang, ujar Agung menjelaskan.
(M048)

Editor: Aditia Maruli

COPYRIGHT © ANTARA 2012

Komentar Pembaca
Baca Juga