Jumat, 31 Oktober 2014

Penerima RBOS sisihkan dana bagi siswa miskin

| 3.643 Views
id program rbos, sisihkan bagi siswa miskin, perbaikan kinerja sekolah, peralatan laboratorium, perbaikan infrastruktur. pembinaan kegiatan kesiswaan, pe
Palembang (ANTARA News) - Penerima Rintisan Bantuan Operasional Sekolah (RBOS) Sekolah Menengah Atas berstatus Rintisan Sekolah Bertaraf internasional (RSBI) harus menyisihkan dana bagi keperluan membebaskan siswa miskin dari biaya pendidikan.

"Inilah beda penerima RBOS berstatus RSBI, jika sekolah umum dapat memanfaatkan seratus persen maka berbeda dengan sekolah bertaraf internasional," kata Darfadil, dari Bagian Pembinaan Pendidikan Menengah Tinggi Dinas Pendidikan Nasional Sumatera Selatan di Palembang, Kamis.

Sekolah Menengah Atas berlabel RSBI memiliki kewajiban dana sosial karena diizinkan oleh pemerintah memungut biaya pendidikan.

"Setidaknya sekolah RSBI membebaskan dua siswa miskin dari biaya pendidikan tapi jika terdata tidak satu pun yang memenuhi kretaria maka boleh tidak dilakukan. Sehingga dana RBOS yang diterima dapat dimanfaatkan secara maksimal untuk operasional sekolah seperti sekolah lain," ujarnya.

Ia menerangkan Kementerian Pendidikan Nasional menjalankan program RBOS untuk Sekolah Menengah Atas pada tahun 2012 setelah menjalankan Bantuan Operasional Manajemen (BOM) di tahun 2011.

"RBOS itu merupakan proyek uji coba Kemendiknas dengan harapan pada tahun berikutnya melepaskan label rintisan seperti yang terjadi pada tingkat pendidikan dasar," ujarnya.

Dana RBOS itu akan disalurkan ke rekening SMA penerima dengan rincian Rp120 ribu/murid.

Pemanfaatan dana itu diperuntukan untuk memperbaiki kinerja sekolah, seperti pembelian peralatan laboratorium, perbaikan infrastruktur (plafon rusak, genteng bocor), dan pembinaan kegiatan kesiswaan seperti pelatihan untuk mengikuti olimpiade.

"Rencananya pada bulan Juli akan dibagikan," ujarnya.

Ia menambahkan, pada tahun 2012 ini Dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) mengalami perubahan mekanisme penyaluran.

"Pada tahun 2011 dana RBOS melalui mekanisme transfer ke daerah kabupaten/kota dalam bentuk Dana Penyesuaian untuk Bantuan Operasional Sekolah. Sejak tahun anggaran 2012 dana RBOS disalurkan dengan mekanisme yang sama tetapi melalui pemerintah provinsi," katanya.

Menurutnya pemerintah provinsi Sumsel telah menjalin kerja sama dengan tiga bank untuk menyalurkan dana tersebut, BNI, BRI, dan Bank Sumsel Babel.

"Jika ada kesalahan maka dapat segera diatasi karena melalui pihak ketiga (pihak bank), berbeda dengan sebelumnya yang harus mengurus ke Departemen Keuangan melalui Kantor Pelayanan Perbendaharaan Negara (KPPN)," ujarnya.

Pada tahun 2012, dana R-BOS sebesar Rp948 miliar lebih untuk 7.905.139 siswa, dengan rincian 4.105.139 siswa Sekolah Menengah Atas (SMA) dan 3.800.000 siswa Sekolah Menengah Kejuruan (SMK). (ANT039/M019)

Editor: B Kunto Wibisono

COPYRIGHT © ANTARA 2012

Komentar Pembaca
Baca Juga