Selasa, 30 September 2014

Kejaksaan terima berkas penyuapan anggota DPRD

Kamis, 31 Mei 2012 00:52 WIB | 2.669 Views
Ketika itu saya diberikan amplop kosong dengan logo DPRD Pasaman Barat yang sengaja disediakan staf tersebut atas perintah Jendri untuk diisi uang."
Simpang Ampek, Sumbar (ANTARA News) - Kejaksaan Negeri Simpang Ampek, Kabupaten Pasaman Barat, Sumatera Barat menerima berkas pelimpahan kasus tindak pidana penyuapan oleh Humas PT Anam Koto Syofial Lukman terhadap anggota DPRD setempat, Jendri.

"Kita telah menerima berkas dari Polres Pasaman Barat dan akan ditindaklanjuti secepatnya," kata Jaksa Penuntut Umum Edi Hermansyah dan Rudi Syafrudianto di Simpang Ampek, Rabu.

Dia mengatakan, Syofial Lukman menjadi tersangka karena berupaya melakukan penyuapan terhadap salah seorang angggota DPRD dengan laporan polisi LP/502/XII/2011/SUMBAR/RES-PASBAR tanggal 29 Desember 2011.

Menurut dia, anggota DPRD itu disuap tersangka setelah rapat Komisi A dengan pihak perusahaan perkebunan PT Anam Koto di DPRD Pasaman Barat.

Dijelaskannya, peristiwa itu berawal ketika ada rapat Komisi A DPRD Pasaman Barat bersama managemen PT Anam Koto pada 29 Desember 2011. Rapat itu dihadiri Divisi Pengembangan PT Anam Koto Tomas Kurnia, Manager Diril Artrian, Humas Syofial Lukman, Dinas Perkebunan Pasaman Barat, dan Kepala Bagian Tata Pemerintahan setempat.

Pembahasan itu dimulai sekitar pukul 14.00 sampai 16.00 WIB membahas tentang Hak Guna Usaha (HGU) PT Anam Koto. Persoalan yang dibahas dalam rapat itu sesuai laporan Bagian Tata Pemerintahan Pasaman Barat kepada DPRD yang menyatakan pihak perusahaan menelantarkan HGU seluas 1.500 hektare dan 459 hektare yang dikuasai masyarakat.

"Setelah rapat selesai datanglah salah seorang staf komisi A DPRD Pasaman Barat menyampaikan kepada Jendri bahwa ada titipan uang dari Humas PT Anam Koto dalam amplop tertutup. Merasa dilecehkan, dia melaporkan ke Polres setempat," kata dia.

Di Polres Pasaman Barat diketahui amplop itu berisi uang Rp1,5 juta yang terdiri atas 30 lembar uang pecahan Rp50 ribu.

Syofial Lukman mengatakan dirinya tidak ada melakukan penyuapan, tetapi uang itu justru diminta staf Komisi A DPRD Pasaman Barat ketika rapat selesai.

"Ketika itu saya diberikan amplop kosong dengan logo DPRD Pasaman Barat yang sengaja disediakan staf tersebut atas perintah Jendri untuk diisi uang," kata Syofial Lukman.  (MLN/R014)

Editor: B Kunto Wibisono

COPYRIGHT © 2012

Komentar Pembaca