Ternate (ANTARA News) - Badan Lingkungan Hidup (BLH) Kota Ternate, Maluku Utara, menyatakan limbah pusat perbelanjaan di sepanjang pantai Ternate mencemari kawasan laut di wilayah itu.

Kepala BLH Kota Ternate Nulzuludin Syah di Ternate, Senin, mengatakan cemaran limbah pusat belanja membuat air laut bau, dasar laut jadi berlumpur, terumbu karang tertutup limbah, dan populasi biota laut menurun.

Menurut dia, pusat belanja yang berdiri di sepanjang pantai Ternate tidak memiliki Instalasi Pengolah Air Limbah (IPAL) sehingga limbahnya langsung masuk ke laut tanpa melalui proses penyaringan maupun pengolahan.

BLH Kota Ternate, kata dia, sudah meminta semua pemilik pusat perbelanjaan di sepanjang pantai Ternate untuk membangun IPAL agar limbahnya tidak lagi mencemari laut yang sedang dikembangkan menjadi obyek wisata.

"Panorama bawah laut di perairan Ternate cukup indah, banyak wisatawan yang melakukan penyelaman di lokasi itu, tapi kalau pencemaran akibat limbah dari pusat perbelanjaan tersebut tidak segera diatasi, keindahan itu akan sirna," katanya.

Dia juga meminta warga yang tinggal di dekat bantaran kali tidak membuang sampah di kali karena arus air akan membawa sampah rumah tangga ke laut.
(L002)