Minggu, 26 Oktober 2014

Polri geledah rusunawa setelah tewasnya Mako Tabuni

| 2.915 Views
id mako tabuni, penembakan mako tabuni, polri geledah rusunawa, Kepala Divisi Hubungan Masyarakat (Kadiv Humas) Polri, Irjen Pol Saud Usman Nasution
Polri geledah rusunawa setelah tewasnya Mako Tabuni
Kepala Divisi Humas Mabes Polri, Irjen Pol Saud Usman Nasution. (FOTO ANTARA/Reno Esnir)
Kapolda mengumpulkan penghuni rusunawa dimana pelaku bersembunyi
Jakarta (ANTARA News) - Polri melakukan pengeledahan rumah susun sewa sederhana (rusunawa) di Waena, Papua pasca tewasnya Wakil Ketua Komite Nasional Papua Barat (KNPB), Mako Tabuni dan kerusuhan di Abepura, Kamis (14/6).

"Kapolda mengumpulkan penghuni rusunawa dimana pelaku bersembunyi yaitu MT (Mako Tabuni, red) dam memberikan penjelasan tentang maksud pemeriksaan," kata Kepala Divisi Hubungan Masyarakat (Kadiv Humas) Polri, Irjen Pol Saud Usman Nasution di Jakarta, Jumat.

Mako Tabuni merupakan salah satu koordinator KNPB yang tewas tertembak aparat keamanan saat hendak ditangkap Kamis (14/6), direncanakan dimakamkan di Pos 7 Sentani, Kabupaten Jayapura.

Penggeledahan kamar di rusunawa dilaksanakan di semua kamar untuk mencari barang bukti apa yang bisa ditemukan untuk mengungkap kasus-kasus yang terjadi selama ini, katanya.

"Dari hasil pengeledahan pada beberapa kamar disita satu pucuk senjata laras panjang, bendera bintang kejora, bom molotov, 11 unit parang, tiga buah petasan ukuran tiga meter, puluhan anak panah, empat buah ketapel, satu borgol, tiga tas ransel, tiga laptop dan puluhan dokumen Papua Merdeka," kata Saud.

Saat ini, penghuni kamar di Rusunawa Waena tempat ditemukannya beberapa barang bukti yang telah disita sedang diminta keterangan di Kepolisian Daerah (Polda) Papua, kata Kadiv Humas.

"Selain itu, polisi sedang memburu para tersangka lain dan situasi di Papua sudah kondusif," kata Saud.

Mako Tabuni adalah salah pelaku penembakan di beberapa tempat, khususnya Jayapura dan Abepura. Tim khusus yang dibentuk oleh Kapolda Papua dan Kapolres Jayapura, telah memonitor dan informasi bahwa Mako Tabuni ada di rusunawa Waena, katanya.

"Kemudian yang bersangkutan ditemukan di terminal dan tidak bersedia diperiksa bahkan melawan dan melarikan diri. Selanjutnya terjadilah perburuan dan petugas lain melakukan tindakan hukum untuk melumpuhkan dengan tembakan, sehingga kritis dan dibawa ke Rumah Sakit Jayapura dan meninggal dunia di sana," kata Saud.
(ANT)

Editor: Desy Saputra

COPYRIGHT © ANTARA 2012

Komentar Pembaca