Senin, 1 September 2014

Slank ajak mahasiswa Purwokerto junjung nilai Pancasila

Selasa, 19 Juni 2012 16:21 WIB | 4.268 Views
Slank ajak mahasiswa Purwokerto junjung nilai Pancasila
Grup musik Slank (FOTO ANTARA/Septianda Perdana) ()
Purwokerto (ANTARA News) - Grup musik Slank mengajak mahasiswa Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri Purwokerto, Jawa Tengah, menjunjung nilai-nilai Pancasila.

"Tanpa cinta damai, persatuan, kesatuan, dan nilai-nilai Pancasila, akibatnya sedikit-sedikit ribut, emosi," kata salah satu personel Slank Bimbim saat mengisi Dialog Budaya di STAIN Purwokerto, Selasa.

Oleh karena itu, kata dia, Slank berupaya menanamkan nilai-nilai pluralisme yang terkandung dalam Pancasila setiap kali tampil di berbagai daerah.

Menurut dia, tugas generasi muda saat ini adalah mewujudkan Indonesia menjadi lebih baik demi anak-cucu. "Sebaik-baiknya orang adalah orang yang mau berubah," katanya.

Sementara itu, Kaka Slank mengharapkan, mahasiswa STAIN Purwokerto untuk konsisten terhadap keahlian dan ilmu yang mereka terima di bangku kuliah.

"Saat ini banyak yang bekerja tidak pada tempatnya atau bekerja tidak sesuai keahliannya, sehingga banyak terjadi kekacauan. Saya berharap, mahasiswa STAIN kelak dapat bekerja sesuai keahlian yang dimiliki," katanya.

Dalam hal ini, dia mencontohkan konsistensi yang dimiliki Slank sehingga dapat tetap berkarya hingga sekarang meskipun sempat terpuruk karena tersandung narkoba.

"Kita harus tetap konsisten terhadap sesuatu yang kita suka. Bagi Slank, jangan sampai menghilang lebih dari satu tahun karena bisa membuat kita tenggelam," katanya.

Saat ditanya mengenai upaya Slank memperkenalkan budaya Indonesia melalui aliran musiknya, dia mengatakan, Slank pernah menggabungkan unsur musik "Rock and Roll" dengan dolanan anak-anak.

Selain itu, kata dia, dalam pergelaran Xtraligi, Slank menggabungkan aliran musiknya bersama iringan gamelan Ki Ageng Ganjur.

Personel Slank lainnya, Abdee mengatakan, keberhasilan tidak lepas dari peran ibu yang selalu bermunajat kepada Allah.

Dialog budaya ini menghadirkan pula pimpinan kelompok musik religi Ki Ageng Ganjur, Ngatawi Al-Zastrouw, yang juga bertindak sebagai mediator.

Dalam kesempatan tersebut, Ngatawi Al-Zastrouw mengatakan, lagu-lagu yang disajikan oleh Slank termasuk lagu religi meskipun berangkat dari masalah kemasyarakatan.

Menurut dia, Slank telah melakukan hijrah melalui transformasi sosial.

"Slank yang dulu dipandang sebelah mata karena penampilannya `slengekan`, kini dihormati setelah melalui berbagai tranformasi sosial, antara lain berdakwah sambil `manggung`," katanya.

(N002)

Editor: Ella Syafputri

COPYRIGHT © 2012

Komentar Pembaca
Baca Juga