Jumat, 31 Oktober 2014

Sunu singkirkan unggulan keempat

| 1.867 Views
id Sunu Wahyu Trijati, yaporti Indonesia F1 Futures 2012, Indonesia men's futures 2012
Sunu singkirkan unggulan keempat
Petenis Indonesia, Sunu Wahyu Trijati maju ke putaran kedua Yaporti Indonesia F1 Futures 2012. (ANTARA/Akbar Nugroho Gumay)
Sponsor biasanya mau instan, misal kita kompetisi ke luar beberapa kali kalah, mereka sudah tidak mau lagi. Padahal mencetak prestasi tenis butuh proses yang lama
Jakarta (ANTARA News) - Petenis Indonesia, Sunu Wahyu Trijati, menyingkirkan pemain unggulan keempat asal India, Ranjeet Virali Murugesan, pada putaran pertama Yaporti Indonesia F1 Futures 2012 dalam tiga set 2-6, 7-6, 6-2 di Pusat Tenis Kemayoran, Jakarta.

Lewat kemenangannya, Sunu yang sudah lama absen berlaga di turnamen kelas futures melaju ke putaran kedua berhadapan dengan petenis asal Filipina, Jeson Patrombon.

"Di awal permainan saya masih kaget menghadapi bola-bola cepat, karena sudah lama tidak ikut turnamen seperti futures gini, paling lokal saja," kata Sunu kepada ANTARA News usai bertanding, Rabu.

Sunu yang telah bertemu untuk kedua kalinya dengan pemain peringkat 501 dunia itu sempat tertinggal jauh pada set pertama. Pada set kedua, Sunu masih tertinggal 0-3 namun ia terus mengejar sehingga bisa mengungguli skor lawan dan memaksa Virali bermain tiga set.

Sunu tampil menyerang di set ketiga dan memegang ritme permainan sehingga ia menyempurnakan permainan lewat kemenangannya.

"Dari awal saya bermain tanpa beban. Mungkin kondisi dia juga sudah lelah karena ini kompetisinya yang kesekian," kata petenis yang juga pegawai bank itu.

Meskipun sudah tidak terlalu fokus pada tenis, Sunu mengaku akan bermain sebaik-baiknya putaran kedua nanti.

"Saya enjoy saja," katanya.

Sunu keluar dari timnas Indonesia setelah mengikuti SEA Games XXVI tahun lalu. Sebelumnya ia mengaku telah fokus pada tenis namun karena kesulitan mendapatkan sponsor akhirnya tenis menjadi selingan selain bekerja.

"Cari sponsor susah padahal dulu sudah difokusin ke tennis. Sponsor biasanya mau instan, misal kita kompetisi ke luar beberapa kali kalah, mereka sudah tidak mau lagi. Padahal mencetak prestasi tenis butuh proses yang lama," jelasnya.

(M047)

Editor: Fitri Supratiwi

COPYRIGHT © ANTARA 2012

Komentar Pembaca