Selasa, 29 Juli 2014

Ratusan ribu orang terperangkap konflik Sudan

Jumat, 29 Juni 2012 15:07 WIB | 4.068 Views
Ratusan ribu orang terperangkap konflik Sudan
Seorang gadis terlantar bersandar pada dinding di kamp Abu Shouk dekat El Fasher, Senin (16/1). Pertemuan kedua Komisi Tindak Lanjut Implementasi (IFC) yang dibentuk oleh Dokumen Doha untuk Perdamaian di Darfur (DDPD) dan diketuai oleh Pemerintah Qatar di kantor pusat UNAMID akan membahas kemajuan dari proses perdamaian dan upaya untuk memperoleh kemapanan politik yang komperehensif dan inklusif dari konflik. (REUTERS/Mohamed Nureldin Abdallah )
Markas PBB, New York (ANTARA News) - Ratusan ribu orang terperangkap di dua negara bagian Sudan, tempat pemberontak memerangi pasukan pemerintah yang menutup ketat akses, kata ketua urusan kemanusiaan PBB, Kamis.

Lebih dari 200.000 pengungsi dari negara-negara bagian Kordofan Selatan dan Blue Nile kini memasuki Sudan Selatan dan Ethiopia dan ribuan lagi "yang berada dalam keadaan menyedihkan" datang setiap hari, kata Valerie Amos, koordinator urusan pertolongan darurat dalam satu pernyataan.

Sejumlah besar anak-anak yang melintasi perbatasan itu membutuhkan perawatan "mendesak" karena kekurangan gizi, kata Amos.

"Saya sangat prihatin atas memburunya situasi kemanusiaan di Sudan, terutama di Kordofan Selatan dan Blue Nile," kata wakil sekjen PBB itu.

"Ratusan ribu orang tetap terperangkap di zona konflik dengan askes terbatas bagi pangan, air, tempat penampungan dan pelayanan kesehatan."

Pasukan pemerintah Sudan melancarkan serangan terhadap pemberontak Gerakan Utara Pembebasan Rakyat Rakyat Sudan (SPLM-N) di Kordofan dan Blue Nile setahun lalu.

Pemberontak itu mengaku telah menimbulkan banyak korban di pihak militer dalam bentrokan-bentrokan senjata baru-baru ini. Tetapi pemerintah melarang keras akses ke daerah-daerah yang dikuasai pemberontak.

Badan-badan PBB telah mulai mengirim pangan ke enam daerah yang dikuasai pemerintah Kordofan Selatan setelah satu verifikasi bersama Progam Pangan Dunia (WFP) dan pemerintah Sudan. PBB mengatakan lebih dari 100.000 orang membutuhkan bantuan di daerah-daerah itu saja.

"Untuk menanggapi kebutuhan yang meningkat ini, organisasi-organisasi kemanusiaan membutuhkan akses tanpa hambatan dan penuh ke semua daerah," kata Amos, yang menyoroti penderitaan orang-orang di daerah-daerah yang dikuasai SPLM-N.

Pemerintah Sudan menyetujui satu rencana yang diajukan PBB, Uni Afika dan Liga Arab untuk mengizinkan bantuan masuk ke Kordofan Selatan dan Blue Nile.

Tetapi Amos mengatakan pemerintah Khartoum "telah mempersiapkan syarat-syarat operasional yang tidak mengizinkan pengiriman bantuan oleh pihak-pihak netral di daerah-daerah yang dikuasai SPLM-N".

Ketua urusan kemanusiaan PBB itu mengatakan pemerintah Sudan harus "memberikan komitmen-komitmennya" bahwa bantuan bisa mencapai ke seluruh rakyat Sudan yang membutuhkannya.

Para diplomat PBB Sudan berulang-ulang membantah ada krisis kemanusiaan di dua negara bagian itu. SPLM-N bersekutu dengan pihak Sudan Selatan dalam perang dua dasa warsa sebelum Sudan Selatan melepaskan diri dari Sudan dan menjadi satu negara merdeka Juli tahun lalu.

(H-RN/C003)

Editor: Ade Marboen

COPYRIGHT © 2012

Komentar Pembaca
Baca Juga