Senin, 20 Oktober 2014

Para penembak lari ke perbatasan RI-PNG

| 2.945 Views
id penembakan opm, makar opm, penembakan papua, pangdam cendrawasih, Mayjen TNI Erwin Syafitri
Mereka lari kearah perbatasan,"
Jayapura (ANTARA News) - Para penembak ke arah rombongan Danyonif 431 dan menewaskan Johanes Yanafrom (30) kepala Kampung Sawi Tami, Kabupaten Keerom, Papua, melarikan diri ke daerah perbatasan Republik Indonesia dan Papua Nugini.

Pangdam XVII/Cenderawasih Mayjen TNI Erwin Syafitri kepada pers di Jayapura, Minggu mengatakan para penembak yang menamakan diri Operasi Papua Merdeka pimpinan Lambertus Pekikir dan diperkirakan berjumlah 20 hingga 30 orang, melarikan diri setelah dikejar aparat Yonif 341.

"Mereka lari kearah perbatasan," katanya.

Setelah kelompok tersebut menembak ke arah rombongan Danyonif 431 dan Johanes Yanafrom kepala Kampung Sawi Tami, anggota Yonif 431 langsung mengejar tetapi tidak berhasil.

"Kami sudah mengejar, tapi tidak berhasil," kata Erwin.

Jenderal bintang dua itu menjelaskan bahwa penembakan dilakukan oleh kelompok OPM pimpinan Lamberthus Pekikir yang sebelumnya berencana masuk ke Kota Jayapura untuk melancarkan sejumlah aksi.

Aparat teritorial telah mengetahui rencana aksi tersebut sehingga di beberapa titik atau tempat yang akan dilewati kelompok yang bermarkas di Waris, Kabupaten Keerom itu, dijaga ketat anggota Yonif 431.

"Mereka hendak ke Kota Jayapura dan kami telah mengetahui itu. Rencananya ingin melakukan aksi di Kota Jayapura namun merasa terdesak, kelompok ini mengambil tempat di ketinggian yang kemudian menembak Danyonif 431 beserta anggota yang tengah berpatroli," katanya.

Berondongan tembakan mengenai atap mobil dan kaca samping pengemudi, sementara serpihan kaca mengenai tangan salah satu anggota tersebut.

"Ada anggota kena serpihan kaca dari imbas tembakan tersebut, sementara di tempat terpisah, Kepala Kampung Sawi Tami ditembak mati oleh kelompok OPM tersebut," katanya.

Sehubungan dengan peristiwa tersebut Jenderal Erwin mengimbau agar warga Keerom dan sekitarnya tidak terprovokasi dengan sejumlah perkembangan di lapangan terkait kabar pengibaran bendera Bintang Kejora dan penembakan di wilayah tersebut.
(KR-ARG/A013)

Editor: Ruslan Burhani

COPYRIGHT © ANTARA 2012

Komentar Pembaca
Baca Juga