Jumat, 19 Desember 2014

Pemkab Kudus : layanan perizinan investasi "online" belum diminati

| 1.626 Views
id kabupaten kudus, SPIPISE, perizinan investasi, perizinan online
Kudus (ANTARA News) - Layanan perizinan investasi secara "online" yang memudahkan investor menanamkan modal di Kabupaten Kudus, Jawa Tengah, hingga saat ini belum ada yang berminat memanfaatkan, kata Kepala Seksi Penanaman Modal Kantor Pelayanan Perizinan Terpadu Kudus Aryanto.

"Izin penanaman modal yang bisa diurus secara "online" sejak 23 Juni 2011 hingga sekarang memang belum ada investor yang berminat," katanya di Kudus, Selasa.

Pihaknya sudah sering promosi dengan mengikuti sejumlah pameran maupun temu bisnis yang diselenggarakan oleh pemerintah pusat maupun daerah.

"Kami juga menawarkan potensi Kudus kepada pihak investor dari pintu ke pintu," ujarnya.

"Hanya saja, untuk investor asing memang tidak bisa memanfaatkan layanan `online` atau dikenal sistem pelayanan informasi perizinan investasi secara elektronik (SPIPISE) karena layanan tersebut hanya untuk investor dalam negeri," ujarnya.

Ia menjelaskan, SPIPISE merupakan program pemerintah pusat yang menyerahkan pengelolaan penanaman modal dalam negeri kepada pemerintah daerah, sedangkan penanaman modal asing masih ditangani pusat.

Dengan demikian, kata dia, pengelolaannya ditangani oleh pemerintah pusat, namun bisa diakses oleh semua pemerintah daerah, karena bertujuan meningkatkan investasi daerah.

Melalui SPIPISE, kata dia, setiap investor bisa mengecek proses perizinannya sudah pada tahap akhir atau baru diproses.

Potensi investasi yang selama ini ditawarkan oleh Pemkab Kudus, yakni di bidang pengembangan pusat bisnis di wilayah Desa Ngembalrejo, Kecamatan Bae dan pengembangan bisnis di kawasan campuran di Jalan Lingkar Kudus, serta kompleks gedung pertemuan "Ngasirah" di Jalan Jenderal Sudirman untuk dikembangkan menjadi gedung perkantoran kepada investor.

(KR-AN)

Editor: Aditia Maruli

COPYRIGHT © ANTARA 2012

Komentar Pembaca
Baca Juga