Minggu, 27 Juli 2014

ITB anugerahkan penghargaan kepada Menteri PU

Selasa, 3 Juli 2012 09:17 WIB | 2.696 Views
ITB anugerahkan penghargaan kepada Menteri PU
Pada 2 Maret 1959, ITB resmi dibentuk oleh Pemerintah Indonesia setelah sebelumnya menjadi fakultas teknik, matematika, dan ilmu pengetahuan alam dari Universitas Indonesia yang berpusat di Jakarta. (flickr.com/photos/ikhlasulamal)
Bandung (ANTARA News) - Institut Teknologi Bandung (ITB) menganugerahkan penghargaan "Ganesa Prajamanggala Bakti Adiutama" kepada Menteri Pekerjaan Umum (PU) Djoko Kirmanto.

Penghargaan tersebut diserahkan pada peringatan 92 tahun pendidikan tinggi teknik di Indonesia yang diselenggarakan di Aula Barat ITB, Bandung, Selasa.

"Ganesa Prajamanggala Bakti Adiutama" dianugerahkan untuk Djoko atas jasa dan prestasinya yang sangat menonjol sebagai Menteri PU.

Menurut informasi dari bagian humas dan media ITB, penghargaan serupa diberikan juga kepada AR Soehoed yang pernah menjabat menteri perindustrian pada Kabinet Pembangunan III, Budi Yuwono Prawirosudirjo yang menjabat Dirjen Cipta Karya Kementerian PU, serta Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Barat Lex Laksamana.

Sedangkan penghargaan "Ganesa Widya Jasa Utama" diberikan kepada 14 tokoh masyarakat, yaitu mantan Wakil Ketua Pimpinan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Erry Riyana Hardjapamekas yang dinilai telah menunjukkan jasa dan prestasi menonjol sebagai pendiri lembaga antikorupsi itu.

Selain Erry, penghargaan diberikan kepada RJ Lino untuk prestasi menonjol dalam bidang kepelabuhan di Indonesia, Fazwar Bujang untuk prestasi dalam pengembangan industri baja, dan Direktur Utama Pertamina Karen Agustiawan untuk prestasi dalam pengembangan energi.

Kemudian, Made Dana M Tangkas untuk pengembangan manufaktur otomotif, Abdul Hamid Batubara dan R Prijono untuk pengembangan bidang energi migas, Rinaldi Firmansyah untuk pengembangan bidang telekomunikasi, Christopher Silver untuk bidang perencanaan wilayah dan pengembangan kebijakan, dan F Silaban untuk bidang arsitektur.

ITB juga menganugerahkan penghargaan "Ganesa Widya Jasa Utama" kepada Martha Tilaar untuk jasa dan prestasi pengembangan kosmetik asli Indonesia berbasis bahan alam, Dian Wahdiani Syarief sebagai pendiri Yayasan Sjamsi Dhuha yang peduli terhadap penderita lupus, serta Suyadi yang lebih dikenal sebagai Pak Raden untuk pelopor bidang industri kreatif klaster animasi dan tokoh animator.

Dalam peringatan 92 tahun pendidikan tinggi teknik di Indonesia yang dihadiri oleh para penerima penghargaan itu, juga digelar sidang terbuka dengan orasi ilmiah yang disampaikan Djoko Kirmanto bertajuk "Tantangan Pengelolaan Sumber Daya Air di Indonesia."

Sedangkan Rektor ITB Akhmaloka akan menyampaikan sambutan berjudul "Kolaborasi A-B-G Plus: Sebuah Refleksi tentang Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Sebagai Agen Pembangunan."

ITB yang berlokasi di Jalan Ganesa, Bandung, pertama kali didirikan oleh pemerintah kolonial Belanda pada 1920 dengan nama Technische Hogeschool.  Sekolah tinggi teknik pertama yang didirikan di Indonesia itu sempat berganti nama menjadi Kogyo Daigaku pada masa pendudukan Jepang.

(D013)

Editor: Heppy Ratna

COPYRIGHT © 2012

Komentar Pembaca
Baca Juga