Senin, 22 September 2014

Pelayanan air bersih Indonesia terburuk ASEAN

Rabu, 4 Juli 2012 20:39 WIB | 7.251 Views
Pekanbaru (ANTARA News) - Peneliti Utama dari Pusat Penelitian Limnologi LIPI Dr Ignasius DA Sutapa mengatakan, pelayanan ketersediaan air bersih dan layak konsumsi di Indonesia tercatat paling buruk di ASEAN.

"Hal itu ditandai dengan pencapaian layanan ketersediaan air bersih baru di bawah 30 persen di kawasan perkotaan dan justru 10 persen di tingkat pedesaan," kata Dr Ignasius DA Sutapa di Bengkalis, Provinsi Riau, Rabu.

Menurut lulusan PhD Chemical Engineering at Institute National Politechnique de Lorraine, Nancy-France, itu dalam "Millenium Development Goals" (MDGs) mengisyaratkan RI harus bisa memberikan layanan ketersedian air bersih pada 2015 sebesar 50 persen.

Tugas seperti itu jika dibebankan pada PDAM, akan sangat berat, sementara pengembangan saluran distribusi juga tidak terlalu cepat.

Solusinya antara lain dengan mengolah air gambut melalui teknologi IPAG (Instalasi Pengolah Air Gambut) menjadi air yang bisa dikonsumsi seperti yang pertama dilakukan di Desa Tanjung Leban Kecamatan Bukit Batu Kabupaten Bengkalis Provinsi Riau itu.

Mirisnya, katanya lagi, indeks kesehatan di RI juga rendah dan berkorelasi linear dengan ketersediaan air bersih sehingga pemerintah menargetkan pencapaian 50 persen ketersediaan layanan air bersih hingga 2015.

Karena itu, IPAG tersebut penting dibangun untuk mengimplementasikan imbauan PBB bahwa untuk menekan penyebaran penyakit menular akibat sanitasi buruk adalah dengan cara meningkatkan ketersediaan air layak minum.

Ia menyebutkan, luas areal hutan gambut di kawasan Pulau Sumatera dominan terdapat di Provinsi Riau, yakni seluas 4.043.600, menyusul Jambi seluas 716.839 hektare dan Sumatera Selatan 1.483.662 hektare.

Berikutnya Kalimantan Tengah 3,010.640 hektare, Kalbar 1.729.980 hektare dan Kalsel yakni 331.629 hektare. Sedangkan Papua mencapai 7.001.239 hektare.

"Pada kawasan dipenuhi lahan gambut itu airnya jelas tidak layak dikonsumsi," katanya.

Padahal, kata dia, tiap orang perlu mengkonsumsi air sebanyak 8 liter per hari.

Untuk kebutuhan memasak, mandi dan mencuci dan minum tiap orang adalah sebesar 100-200 liter per orang per hari. Khusus di kota metropolitan mencapai 140-200 liter per hari dan untuk kawasan Jakarta 250 liter per hari.

(F011/B/S023/S023)

Editor: Suryanto

COPYRIGHT © 2012

Komentar Pembaca
Baca Juga