Jumat, 31 Oktober 2014

Warga keluhkan tes masuk sekolah

| 2.611 Views
id tes masuk sekolah, smp gresik
Tidak hanya itu, beberapa siswa yang nilainya jauh lebih rendah juga diterima masuk di SMA Negeri Sidayu
Gresik (ANTARA News) - Sejumlah orang tua mengeluhkan hasil tes penyaringan masuk sekolah tingkat SMP dan SMA di Kabupaten Gresik, Jawa Timur, karena meskipun nilai ujian nasionalnya tinggi, anaknya tetap gagal masuk sekolah yang dituju.

Salah satu orang tua asal Desa Sidayu, Kecamatan Sidayu, Yuni, Kamis mengatakan, anaknya yang memiliki nilai UN 36,39 tidak diterima masuk di SMA Negeri Sidayu, namun temannya yang memiliki nilai UN 33,27, justru bisa diterima masuk ke sekolah itu.

"Tidak hanya itu, beberapa siswa yang nilainya jauh lebih rendah juga diterima masuk di SMA Negeri Sidayu, sedangkan siswa yang memiliki nilai UN lebih tinggi seperti anak saya, malah tidak masuk," katanya.

Ia menduga, sistem penerimaan siswa baru yang mewajibkan tes penyaringan bisa menimbulkan tindak kolusi yang dilakukan pihak sekolah, sehingga siswa yang berprestasi di UN tidak berguna.

Wali murid lainnya asal Kecamatan Kota Gresik, Masyudiah mengaku hal yang sama. Anaknya yang memiliki nilai UN 36,25 asal SMP Negeri 2 gagal dalam tes penerimaan di SMA Negeri 1 Gresik, padahal siswa lain yang memiliki nilai UN 34,25 diterima.

"Ini tidak adil, sebab anak saya yang bernama Daniatus Salma dan memiliki nilai UN tinggi malah tidak diterima, padahal siswa yang memiliki nilai lebih rendah dari anak saya malah diterima," katanya, dengan nada tinggi.

Menanggapi keluhan itu, Kepala Pendidikan Menengah, Dinas Pendidikan Kabupaten Gresik, Edi Sartono mengatakan, sistem penerimaan siswa melalui tes penyaringan kembali memang baru diterapkan kali pertama di Gresik.

Dalam sistem itu, katanya, nilai UN tetap menjadi pertimbangan, namun hanya 40 persen, sedangkan nilai tes penyaringan nilainya 50 persen, ditambah 10 persen dari prestasi akademik.

Ia mengaku, tidak tahu ada keluhan wali murid mengenai sistem penerimaan siswa baru di wilayahnya, tapi sebelumnya wali murid sudah menyetujui sistem pola penyaringan itu.

"Penerapan sistem ini sudah melalui surat edaran yang dibagikan kepada para siswa, guru dan sekolah, dan mereka semua menyetujui, sehingga tes penyaringan mulai diterapkan tahun ini," katanya, menegaskan.

(KR-SAS)

Editor: Suryanto

COPYRIGHT © ANTARA 2012

Komentar Pembaca