Sabtu, 30 Agustus 2014

BMKG imbau nelayan waspadai gelombang tinggi

Kamis, 12 Juli 2012 17:43 WIB | 1.783 Views
BMKG imbau nelayan waspadai gelombang tinggi
Gelombang laut (istimewa)
Pangkalpinang (ANTARA News) - Petugas Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika Kota Pangkalpinang, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, mengimbau para nelayan mewaspadai gelombang tinggi mencapai 2,5 meter disertai angin kencang yang membahayakan keselamatan.

"Kami mengimbau nelayan dan nahkoda kapal mewaspadai gelombang tinggi yang mencapai 2,5 hingga tiga meter disertai hujan dan angin kencang yang berpeluang terjadi di perairan Babel," ujar Koordinator Unit Analisis Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Kota Pangkalpinang Slamet Supriyadi di Pangkalpinang, Kamis.

Ia menjelaskan, cuaca buruk di perairan Babel diperkirakan terjadi perairan Selat Gelasa dan jalur penyeberangan antara Pelabuhan Pangkalbalam (Bangka) hingga Pelabuhan Tanjung Pandan (Belitung), mencapai 2 meter hingga 2,5 meter dengan kecepatan angin berkisar 15 knot atau 30 meter per jam.

"Cuaca buruk ini terjadi karena Babel masih memasuki masa transisi dari musim hujan ke musim kemarau, sehingga memicu pertumbuhan awan cumulonimbus (CB) yang dapat menimbulkan angin kencang dan menambah tinggi gelombang yang akan membahayakan keselamatan nelayan.

"Bagi nelayan yang melaut kalau melihat awan cumulonimbus yang disertai kilatan petir, segera mencari tempat berlindung di pulau-pulau terdekat atau menunda melaut untuk menghindari kecelakaan di laut," ujarnya.

Ia mengatakan, selama musim pancaroba ini, keberadaan awan cumulonimbus mengalami peningkatan sebagai pemicu angin kencang, angin puting beliung, gelombang tinggi, petir dan lainnya yang membahayakan keselamatan masyarakat.

"Kapal tangkap ikan nelayan yang berukuran kecil dan tidak memiliki alat keselamatan yang memadai sangat rawan kecelakaan dihantam angin kencang dan gelombang tinggi," ujarnya.

Untuk itu, kata dia, para nelayan dan nahkoda kapal, apabila cuaca sudah membahayakan perjalanan kapal, diharapkan untuk menunda keberangkatan kapal.

Selain itu, apabila kapal masih dalam perjalanan dan tiba-tiba cuaca buruk tiba diharapkan nahkoda mencari tempat berlindung yang aman di sekitar pulau-pulau terdekat untuk menghindari kecelakaan kapal.

"Kami meminta para nelayan dan nahkoda untuk meningkatkan komunikasi antarnelayan atau nahkoda dan pihak pelabuhan, dan BMKG untuk mendapatkan informasi cuaca agar bisa menghindari cuaca buruk yang mengakibatkan kecelakaan di laut.

"Cuaca buruk bisa terjadi kapan saja, namun untuk menghindari kecelakaan di laut nelayan dan nahkoda diharapkan selalu memantau perubahan cuaca yang ditandai awan hitam, hujan disertai angin kencang," ujarnya.
(KR-ARS/R010)

Editor: Ruslan Burhani

COPYRIGHT © 2012

Komentar Pembaca
Baca Juga