Rabu, 17 September 2014

Pengacara Artalyta antarkan surat keterangan sakit

Rabu, 18 Juli 2012 13:42 WIB | 1.983 Views
Pengacara Artalyta antarkan surat keterangan sakit
Artalyta Suryani alias Ayin, menjelang menerima bebas bersyarat dalam kasus suap terhadap jaksa Urip Tri Gunawan di Kantor Kejaksaan Negeri Tangerang, Banten, Jumat (28/1/12). (ANTARA/Ismar Patrizki)
Jakarta (ANTARA News) - Pengacara Teuku Nasurllah mengantarkan surat keterangan sakit atas nama kliennya, Artalyta Suryani, ke Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

"Saya ke sini untuk mengantarkan surat keterangan dokter dari ibu Artalyta Suryani (Ayin)," kata Nasrullah di gedung KPK, Rabu.

Surat tersebut, menurut Nasrullah, berasal dokter ahli saraf (neurologis) di Rumah Sakit Mount Elisabeth, Singapura.

"Ibu Ayin setiap hari harus menjalani fisioterapi karena mengalami saraf kejepit. Dia sudah berada di Singapura sejak 22 Juni dan pada 23 Juni bahkan sudah langsung memeriksakan diri, artinya jauh sebelum kasus Buol ini mencuat," jelas Nasrullah.

Artalyta pada Senin (16/7) diminta untuk memberikan keterangan kepada penyidik KPK terkait kasus korupsi penerbitan hak guna usaha (HGU) perkebunan kelapa sawit di Buol, Sulawesi Tengah, namun ia tidak memenuhi panggilan tersebut.

"Ibu Ayin mengatakan bahwa ia tidak punya usaha apapun di Buol dan juga tidak kenal dengan Bupati Buol. Perusahaan Sonokeling Buana adalah perusahaan anaknya," ungkap Nasrullah.

PT Sonokeling Buana sebelumnya disebut-sebut memiliki hubungan dengan kasus dugaan korupsi di Buol yang telah menjadikan Bupati Buol Amran Batalipu sebagai tersangka penerima suap dan Gondo Sudjono sebagai Direktur Operasional PT Hardaya Inti Plantation (HIP) dan Yani Anshori yaitu Direktur PT Citra Cakra Murdaya (CCM) sebagai tersangka pemberi suap.

"Ibu Ayin tidak menjabat sebagai direksi atau komisaris dalam PT Sonokeling Buana dan tidak ikut campur dalam perusahaan tersebut," ungkap Nasrullah.

Ayin, menurut Nasrullah, menyanggupi untuk hadir dalam penyidikan KPK bila diizinkan oleh dokter.

"Beliau menyanggupi untuk hadir pada kesempatan pertama diizinkan oleh dokter untuk naik pesawat agar dapat melakukan `clean and clear` tapi sakit saraf yang terjepit dapat menyebabkan serangan stroke," jelas Nasrullah.

Artinya, menurut Nasrullah, dokter tidak dapat memberi kepastian kapan Ayin dapat pulih dan pulang ke Indonesia untuk memberi keterangan.

"Tapi silakan saja pihak dokter dari KPK untuk memeriksa lagi apakah ibu Ayin mengada-ngada atau tidak. Kami sendiri belum menerima surat penjadwalan ulang," tambah Nasrullah.

Ayin adalah mantan terpidana dalam kasus penyuapan terhadap jaksa Urip Tri Gunawan sebesar 660 ribu dolar AS sehingga divonis selama 4,5 tahun terkait perkara Bantuan Likuiditas Bank Indonesia (BLBI).

Selain Ayin, pada Rabu, KPK juga menjadwalkan memeriksa konsultan dari PT Saiful Mujani Research and Consult, Saiful Mujani serta Gondo Sudjono.

KPK sejak 28 Juni juga sudah mencegah Amran Batalipu serta Siti Hartarti Cakra Murdaya sebagai pemilik PT HIP dan Bernard, Seri Sirithorn serta Arim pegawai PT HIP ke luar negeri agar saat mereka dimintai keterangan tidak sedang di luar negeri.

Selain lima orang tersebut ada tiga orang lain yang juga telah dicegah KPK yaitu Direktur PT HIP Totok Lestiyo, pegawai PT HIP Sukirno dan Kirana Wijaya dari PT CCM.

(D017)

Editor: Suryanto

COPYRIGHT © 2012

Komentar Pembaca
Baca Juga