Minggu, 21 Desember 2014

Cara deteksi makanan "jahat" bagi tubuh

| 3.017 Views
id makanan jahat, makanan berbahaya, bahan penyedap, campuran formalin
Cara deteksi makanan
Suasana pasar (ANTARA News/Maria Rosari)
... yang warnanya "kinclong" itu biasanya memakai pewarna kimia...
Jakarta (ANTARA News) - Mencari makanan yang sehat di Jakarta adalah "peer" tersendiri. Bahan penyedap berlebihan, campuran pewarna kimia, campuran formalin, semua itu mengancam kesehatan tubuh.

Ada beberapa cara menghindari makanan yang "jahat" bagi tubuh. Manfaatkan semua panca indera kita untuk mendeteksi makanan yang tidak sehat. Menurut dokter ahli gizi klinis, dr Samuel Oetoro MS SpGK, jangan beli makanan yang warnanya terlalu terang dan mencolok.

"Makanan yang warnanya "kinclong" itu biasanya memakai pewarna kimia," kata Samuel di seminar Gizi Persiapan Hamil dan 270 Kehidupan Janin di Jakarta, Selasa (17/07).

Selain dilihat penampilannya, bila makanan, misalnya buah, terlalu lembut saat disentuh, bisa jadi itu mengandung bahan penyedap yang berlebihan. Salah satu indikasi kandungan bahan penyedap yang terlalu banyak pada suatu makanan adalah rasa yang sangat gurih.

Samuel juga menambahkan, bila ingin membeli ikan, pastikan agar ikan yang dipilih tidak mengandung formalin. Dia memberikan tips untuk mengetahui apakah ikan diberi formalin atau tidak.

"Kalau di pasar tradisional lihat ikan yang tidak dirubung lalat, bisa jadi itu karena memakai formalin," ujar dia.

Dia melanjutkan, bukan berarti semua makanan di supermarket itu juga aman dikonsumsi, misalnya apel.

"Jangan langsung makan, apelnya harus dicuci dulu karena ada bahan kimianya," kata Samuel.
Mencuci buah-buahan dengan air mengalir adalah cara untuk menghilangkan bahan kimia yang menempel.

Walaupun banyak makanan yang terpapar dengan zat-zat berbahaya, Samuel menganjurkan untuk tidak terlalu khawatir karena pada dasarnya manusia sudah punya organ tubuh yang berfungsi menetralisasi racun.

"Kita punya organ hati yang fungsinya sebagai detoksifikasi. Hati itu menetralisir zat berbahaya," kata dia.

Namun, dia mengingatkan agar jangan sampai lengah karena hati tidak berfungsi optimal bila asupan zat berbahaya terlalu sering dan dalam jumlah banyak.

(nan)

Editor: Ade Marboen

COPYRIGHT © ANTARA 2012

Komentar Pembaca
Baca Juga