Sabtu, 1 November 2014

Menko Kesra minta perajin tempe kembali berproduksi

| 1.725 Views
id harga pangan, krisis pangan, harga sembako, kemandirian pangan, harga kedelai, bema masuk kedelai
Menko Kesra minta perajin tempe kembali berproduksi
Seorang pekerja menunjukkan kedelai impor asal Amerika di gudang penyimpanan kedelai Koperasi Pengrajin Tempe tahu Indonesia (KOPTI) Kabupaten Bogor di jalan raya Cilendek, Bogor, Jabar, Rabu (25/7). (ANTARA/Arif Firmansyah)
Bogor (ANTARA News) - Menteri Koordinator bidang Kesejahteraan Rakyat Agung Laksono meminta para perajin tahu dan tempe agar kembali berproduksi.

"Saya mengharapkan para perajin tahu dan tempe mau kembali berproduksi sementara pemerintah akan mencarikan jalan keluarnya," kata Agung Laksono usai meninjau langsung pabrik tahu dan tempe di Kawasan Cimanggu, Bogor, Kamis.

Agung menjelaskan, pemerintah akan menurunkan bea masuk impor kedelai dari lima persen menjadi nol persen mulai 1 Agustus mendatang yang diharapkan dapat menormalkan kembali harga kedelai.

"Apalagi kedelai impor masih banyak. Ke depan, pemerintah berupaya agar Indonesia bisa swasembada kedelai dengan cara memproduksi sendiri kedelai," katanya.

Agung sendiri merasa yakin harga kedelai dapat kembali ke harga awal yakni sekitar Rp5.500 per kilogram setelah saat ini melonjak menjadi Rp8.000 per kilogram.

"Dengan begitu, ancaman bangkrutnya usaha mereka dapat diselamatkan dan pada akhirnya pengangguran juga bisa dihindari," katanya.

Dalam peninjauan tersebut, Menko Kesra juga melakukan dialog interaktif dengan para perajin tahu tempe yang berasal dari sejumlah wilayah di Bogor.

Dalam dialog tersebut, sejumlah perajin tahu dan tempe mengeluhkan melonjaknya harga kedelai dan meminta pemerintah merealisasikan janjinya untuk mencarikan jalan keluar terbaik.

(W004/D012)

Editor: Heppy Ratna

COPYRIGHT © ANTARA 2012

Komentar Pembaca
Baca Juga