Jumat, 25 Juli 2014

Studi: jumlah kematian dalam kecelakaan udara 2011 turun

Selasa, 31 Juli 2012 05:48 WIB | 2.587 Views
Studi: jumlah kematian dalam kecelakaan udara 2011 turun
Keselamatan penerbangan Sejumlah pesawat terbang terparkir di Bandara Halim Perdanakusuma, Jakarta' (ANTARA/Widodo S. Jusuf) (
Frankfurt (ANTARA News) - Jumlah penumpang meninggal dunia dalam kecelakaan yang melibatkan pesawat komersial pada tahun lalu turun sekitar setengahnya, demikian temuan sebuah studi baru oleh Badan Keselamatan Penerbangan Eropa, Senin.

"Pada tingkat global ... jumlah kecelakaan yang melibatkan korban jiwa penumpang dalam operasi penerbangan terjadwal tetap tinggi pada 16 kecelakaan, tetapi terkait jumlah kematian penumpang turun dari 658 orang pada 2010 menjadi 330 orang pada 2011," kata Badan Keselamatan Penerbangan Eropa (EASA).

"Penurunan ini bisa jadi terutama disebabkan oleh pesawat terbang lebih kecil yang terlibat, serta proporsi yang lebih rendah dari kematian."

Bencana udara terburuk tahun lalu adalah kecelakaan sebuah pesawat udara Iran yang mengakibatkan 78 orang tewas.

Dalam negara anggota EASA -- 27 anggota Uni Eropa ditambah Swiss,

Liechtenstein, Norwegia dan Islandia, hanya ada satu kecelakaan fatal yang melibatkan pesawat komersial di Irlandia pada Februari 2011, di mana enam orang meninggal dunia.

Selama 10 tahun dari 2002 sampai 2011, rasio kecelakaan fatal di EASA berjumlah 1,6 untuk setiap 10 juta penerbangan terjadwal, salah satu rasio terendah di dunia, katanya.

Afrika memiliki tingkat angka tertinggi 43,9 kecelakaan fatal untuk setiap 10 juta penerbangan, diikuti oleh Rusia, Ukraina dan Belarus dengan 32,9 dan Asia Tengah, Timur Tengah dan Timur Jauh dengan 25,2, kata EASA, demikian AFP.

(A026)

Editor: Ruslan Burhani

COPYRIGHT © 2012

Komentar Pembaca
Baca Juga