Senin, 22 September 2014

Pegadaian diusulkan privatisasi 2013

Jumat, 3 Agustus 2012 14:52 WIB | 2.582 Views
Pegadaian diusulkan privatisasi 2013
Pegadaian (FOTO ANTARA/Dian Dwi Saputra)
Jakarta (ANTARA News) - Kementerian BUMN memasukkan rencana penawaran saham perdana (IPO) PT Pegadaian Persero dalam Program Privatisasi Tahunan (PTP) tahun 2013.

Sebelumnya, BUMN jasa penyaluran kredit kepada masyarakat ini dijadwalkan melaksanakan IPO pada 2012.

"Pegadaian masuk PTP 2013. Namun, kapan jadinya IPO belum tentu tahun itu juga," kata Deputi Menteri BUMN Bidang Restrukturisasi dan Perencanaan Strategis Pandu Djayanto saat ditemui di kantor Kementerian BUMN, Jakarta, Jumat.

Pandu mengungkapkan IPO dapat direalisasikan bila mendapatkan persetujuan dari Komite Privatisasi. Saat ini, Pegadaian difokuskan untuk memperkuat struktur perusahaan menyusul pergantian status dari Perusahaan Terbatas dari Perusahaan Umum.

"Kemarin kan tidak jadi, karena mereka harus berbenah, selain tidak mendapatkan persetujuan dari Ketua Komite Privatisasi," paparnya.

Dalam masterplan BUMN 2012-2014, Pegadaian dijadwalkan masuk dalam PTP 2014. Pegadaian direncanakan menawarkan saham perdana sebesar 35 persen.

Deputi Menteri BUMN Bidang Jasa Parikesit Suprapto menambahkan realisasi penawaran saham perdana tergantung keputusan Komite Privatisasi. Saat ini, Pegadaian terus mempersiapkan diri untuk dapat melakukan IPO.

"Kalau semakin cepat IPO semakin baik. Namun belum tahu berapa yang akan dilepas," ujar Parikesit.

Hingga semester pertama tahun ini, Pegadaian berhasil mengantongi laba usaha sebesar Rp1,256 triliun, naik 36,39 persen dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu sebesar Rp921,224 miliar. Hal ini didukung oleh pencapaian pendapatan usaha yang turut nak 24,89 persen dari Rp3,084 triliun pada semester I-2011 menjadi Rp3,852 triliun.

IPO merupakan salah satu opsi dari pendanaan perseroan. Opsi lainnya dengan menerbitkan obligasi yang direncanakan pada kuartal IV-2012, atau selambat-lambatnya awal 2013 mendatang. Surat utang ini diperkirakan sebesar Rp2,5 triliun.
(ANT-SSB)

Editor: Ella Syafputri

COPYRIGHT © 2012

Komentar Pembaca
Baca Juga