Minggu, 31 Agustus 2014

Tim voli AS dan Rusia tak terkalahkan

Senin, 6 Agustus 2012 13:53 WIB | 4.219 Views
Tim voli AS dan Rusia tak terkalahkan
Atlet Rusia Sergey Tetyukhin (kanan) melakukan smash sementara Donald Suxho (kiri) dan Russell Holmes (kiri atas) berusaha menghadang bola saat pentandingan bola voli pria antara Rusia dan Amerika Serikat di Olimpiade London 2012. (AFP PHOTO / KIRILL KUDRYAVTSEV)
London (ANTARA News) - Amerika Serikat (AS) yang tengah menggebu mengejar medali emas pertamanya pada cabang bola voli, melaju tak terkalahkan pada Olimpiade 2012 di London dengan kemenangan terakhir 3-0 atas tim voli Turki, Minggu, waktu setempat.

Sementara tim AS membungkus hasil penyisihan Grup B dengan kemenangan tak terkalahkan, Rusia pun melakukan hal yang sama di Grup A, dengan kemenangan terakhir 3-2 atas tim Italia.

Tuan rumah Britania, Turki, Algeria, dan Serbia terpaksa tersingkir dari kompetisi padahal Turki pada set pertama sempat mengungguli skor tim AS 27-26.

"Pada set pertama Turki cukup bagus," kata pelatih tim AS Hugh McCutcheon, sepertii dikutip dari Reuters.

"Namun, ketika kami memperketat pertahanan dan serangan balik kami, semuanya berubah," tambahnya.

Destinee Hooker berhasil menyumbangkan 17 pukulan spike dari total 38 percobaan, dan menghasilkan 19 poin.

Tim voli putri AS, yang mendapatkan medali perak pada Olimpiade Los Angeles 1984 dan Beijing 2008, tengah khawatir dengan keadaan sang kapten Lindsey Berg setelah tampak tertatih selepas pertandingan.

Tim AS akan bertemu dengan Republik Dominika pada perempat final, Selasa, sementara Brazil akan berhadapan dengan Rusia, Jepang melawan China, dan Italia akan melawan Korea Selatan.

Perpisahan emosional
Sayang, sang tuan rumah Britania Raya yang kini berada pada peringkat ke-69 dunia harus angkat kaki dari turnamen setelah kalah 1-4 dari Jepang.

Selain tampil memukau dengan permainan net yang disajikan Lynne Beattie dan Ciara Michel, Jepang yang lebih berpengalaman dan berada pada peringkat kelima dunia menang dengan skor 25-19, 25-14, dan 25-12.

Britania memang hampir tak pernah membuat ancaman, namun permainan mereka selalu menuai dukungan penuh suporter yang memenuhi arena. 

Tim pun tak lupa menyampaikan rasa terima kasih mereka kepada suporter yang telah mendukung dan hadir dalam setiap pertandingan. Bahkan pelatih Jepang Masayoshi Manabe memuji peningkatan kualitas permainan tim tuan rumah yang baru kali ini bermain dalam kompetisi internasional.

Kapten tim Britania Beattie mengungkapkan, ia dan timnya telah memenuhi target dan ekspektasi mereka dengan mengalahkan peringkat ke-16 dunia, tim Algeria pada pertandingan kedua dan bermain memukai saat melawan tim Jepang.

"Kami pergi dari turnamen ini dengan pemikiran kami akan terus berjuang dan menjadi tim terbaik dunia," ungkap Beattie.

Peringkat kesembilan dunia, Rusia berhasil mengalahkan peringkat keempat dunia, Italia dalam sebuah pertandingan ketat. Rusia berhasil bangkit pada kahir pertandingan dengan bantuan 33 poin dari pencetak poin terbanyak Nataliya Gonchorova.

Pelatih Serguey Ovchinnikov mengungkapkan ia telah menyampaikan instruksi jelas kepada para atlet setelah mereka sempat kalah pada set pembuka.

"Ketika kami kalah pada set pertama, kami memang bermasalah dengan serangan. Saya bilang kepada mereka, kalian harus memperbaiki kesalahan," tutur Ovchinnikov.

(Feb)

Penerjemah: Febriany Dian Aritya Putri

Editor: Aditia Maruli

COPYRIGHT © 2012

Komentar Pembaca
Baca Juga