Minggu, 24 Agustus 2014

Habibie: saatnya neraca jam kerja jadi indikator makro ekonomi

Jumat, 10 Agustus 2012 14:32 WIB | 10.205 Views
Bandung (ANTARA News) - Mantan Presiden RI BJ Habibie menyatakan pentingnya menjadikan neraca jam kerja sebagai indikator makro ekonomi seperti halnya neraca perdagangan dan neraca pembayaran.

"Sudah saatnya neraca jam kerja sebagai indikator makro ekonomi disamping neraca perdagangan dan pembayaran, rebut kembali jam kerja yang saat ini dirampas asing dengan merampas nilai tambah produk yang seharusnya milik rakyat Indonesia," kata BJ Habibie di sela-sela Hari Teknologi Nasional (Harteknas) tingkat Jabar di Gedung Sate Kota Bandung, Jumat.

Pemerintah maupun legislatif, menurut Habibie perlu lebih proaktif peduli dan bersungguh-sungguh dalam pemanfaatan produk dalam negeri dan perebutan jam kerja.

Ia mengkririsi pasar domestik yang begitu besar di bidang transportasi, komunikasi dan lainnya diserahkan kepada produk impor yang mengandung jutaan jam kerja untuk penelitian, pengembangan dan produksi pdoruk yang kita butuhkan.

"Kita harus pandai memproduksi barang apa saja yang dibutuhkan di pasar nasional dan memberi insentif kepada siapa saja yang memproduksi di dalam negeri, menyediakan jam kerja dan akhirnya lapangan kerja," katanya.

Menurut Habibie, kesejahteraan meningkat , golongan menengah meningkat dan pertumbuhan meningkat pula, namun pemerataan belum berjalan sesuai yang kebutuhan dan kemampuan.

Hal itu, kata dia hanya mungkin bila jam kerja yang terkandung dalam semua produk yang dibutuhkan itu secara nyata diberikan kepada masyarakat madani Indonesia.

Lebih lanjut, Habibie yang juga teknokrat kebanggaan Indonesia iru mencontohkan salah satu manifestasi globalisasi dalam bidang ekonomi antara lain pengalihan kekayaan alam satu negara ke negara lain yang setelah diolah dengan nilai tambah yang tinggi kemundian menjual produk-produk ke negara asalnya.

"Caranya sedemikian rupa sehingga rakyat harus `membeli jam kerja` bangsa lain," kata Habibie.

Terkait Harteknas ke-17, kata Habibie menyatakan perlunya reaktualisasi peran iptek dalam kehidupan berbangsa dan bernegara terutama dalam rangka meningkatkan daya saing dan produktivitas nasional.

Pada kesempatan itu, Habibie juga mengajak seluruh laporan masyarakat. khususnya tokoh dan cendikiawan di kampus-kampus serta lembaga kajian penelitian untuk secara serius merumuskan implementasi peran iptek dalam berbagai aspek kehidupan bangsa dalam konteks masa kini dan masa depan.

"Rebut kembali jam kerja, wujudkan kembali karya nyata yang pernah kita miliki untuk pembangunan peradaban Indonesia, bangkit dan sadarlah atas kemampuan," kata BJ Habibie.

(S033)

Editor: Aditia Maruli

COPYRIGHT © 2012

Komentar Pembaca
Top News
Baca Juga