Selasa, 23 Desember 2014

PLTU Jeneponto kurangi beban PLN Rp4 triliun

| 2.560 Views
id Bosowa Energy Corporation, Erwin Aksa, PLTU Bosowa, PLTU Jeneponto
PLTU Jeneponto kurangi beban PLN Rp4 triliun
Erwin Aksa. (ANTARA/Widodo S. Jusuf)
"Kami masih akan melakukan ekspansi lagi dengan membangun PLTU lainnya.."
Makassar (ANTARA News) - Pengoperasian Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) Bosowa Energy Corporation di Kabupaten Jeneponto, Sulawesi Selatan (Sulsel), senilai 2 x 125 Megawatt (MW) mengurangi beban Perusahaan Listrik Negara (PLN) sebesar Rp4 triliun per tahunnya.

"Dengan dioperasikannya dua generator PLTU Jeneponto ini akan menghemat beban pengeluaran dari PLN sebesar Rp4 triliun per tahunnya," kata Chief Executive Officer (CEO) Bosowa Corporation, Erwin Aksa, di Bangkala, Jeneponto, Sulsel, Jumat.

Ia mengatakan, estimasi penghematan hingga Rp4 triliun lebih itu didapatkan dengan dioperasikannya PLTU Jeneponto itu karena sebelumnya PLN menggunakan bahan bakar minyak (BBM) untuk mengoperasikan sejumlah generator tersebut.

Satu unit generator PLTU Jeneponto mampu menghasilkan daya listrik senilai 1 x 125 megawatt (MW). Pada tahap awal ini, sudah dilakukan pengoperasian pada Maret 2012, sedangkan untuk satu unit generator tersebut dioperasikan pada akhir Agustus.

Sementara itu,  ia mengemukakan, kebutuhan batu bara yang untuk mengoperasikan kedua generator PLTU Jeneponto ini membutuhkan sekitar 4.000 ton per harinya atau sekitar 1,2 juta ton per tahunnya.

Pihak Bosowa sendiri hanya akan menjual dayanya sebesar 200 MW ke PLN dengan harga jual 7 sen dollar AS per Kwh, diluar batu bara. Sisanya akan dipakai sendiri, dan akan dijadikan cadangan jika PLN masih membutuhkan daya lagi.

Erwin mengemukakan, jika masyarakat Sulsel tidak perlu khawatir akan adanya pemadaman listrik bergilir atau masih banyaknya rumah yang tidak teraliri listrik karena dengan penambahan daya yang sangat besar juga akan memenuhi kebutuhan seluruh lapisan masyarakat di Sulsel.

"Kapasitas 250 megawatt ini sangat besar, dan ke depannya kami masih akan melakukan ekspansi lagi dengan membangun PLTU lainnya yang berdaya jauh lebih besar dari yang sekarang ini yakni sekitar 300 MW," katanya.

Selain itu, pihaknya berencana akan mengadakan daya sebesar 1.000 MW untuk memenuhi kebutuhan industri di Sulawesi Selatan karena pembangunan industri semakin cepat terjadi apalagi masih banyak daerah kabupaten dan kota lainnya yang akan mendirikan industri baru.

"Setiap industri baru pasti membutuhkan tenaga listrik yang besar dan kami sendiri mengakui tantangan itu, makanya kami akan segera merealisasikannya segera," demikian Erwin Aksa. (*)

Editor: Priyambodo RH

COPYRIGHT © ANTARA 2012

Komentar Pembaca