Kamis, 2 Oktober 2014

Sapi ngamuk, pengayuh becak luka parah

Kamis, 16 Agustus 2012 15:08 WIB | 7.152 Views
Sapi ngamuk, pengayuh becak luka parah
Warga mengadu sapi (Pupoek Leumo) di lapangan Kopelma Darussalam, Kecamatan Syiah Kuala, Banda Aceh, Minggu (25/3). Pupoek Leumo tradisi masyarakat di kabupaten Aceh Besar dan Kota Banda Aceh yang berkembang sejak zaman Kerajaan Aceh pada abad ke-16 dan kini sudah langka dilaksanakan. (FOTO ANTARA/Irwansyah Putra)
... luka serius di kaki, tangan, dan dadanya setelah terjerembab diseruduk dan diinjak-injak sapi marah itu...
Lebak, Banten (ANTARA News) - Seorang pengayuh becak yang biasa mangkal di BRI Rangkasbitung, Kabupaten Lebak, Banten, Kamis, jadi korban sapi mengamuk. Tukang becak itu luka parah diamuk sapi.

"Korban diketahui bernama Iskan (55), dilarikan ke RSUD Adjidarmo Rangkasbitung oleh salah satu wartawan nasional," kata Nana, warga Rangkasbitung yang menyaksikan drama sapi mengamuk di depan kantor BRI Rangkasbitung itu.

Peristiwa sapi mengamuk itu menjadi tontonan warga yang melintasi Jalan Multatuli dan Jalan Kejaksaan setempat.

Mengapa sapi itu mengamuk? Dia akan disembelih untuk Lebaran oleh pemiliknya, di Desa Aweh, Kecamatan Karanganyar. Namun, tiba-tiba sapi itu lepas dan bisa berjalan hingga satu kilometer.

Masalahnya, sapi itu bukan cuma jalan lenggang-kangkung saja. Dia ngamuk di sepanjang jalur pelariannya, apalagi beberapa warga berlari mencoba menangkap dan mengikat sapi itu untuk dibawa ke pejagalan. 

Beberapa warga diserang walau tidak luka serius. Beda dengan Iskan, yang bersama dua temannya sedang mangkal menjadi sasaran amukan sapi itu. Dia luka serius di kaki, tangan, dan dadanya setelah terjerembab diseruduk dan diinjak-injak sapi marah itu.

Jangan lagi dibilang nasib becak-becak yang mangkal. Rusak semua alias total loss.
Korban terinjak-injak juga merusak kap becak hingga rusak total.

Sapi ngamuk itu kabur ke dalam Kantor BRI Rangkasbitung tempat dia menginjak-injak Iskan. Seorang pemberani berinisiatif memanjat pohon besar dan melaso kaki belakang, begitu dapat langsung diikat kaki-kakinya yang lain oleh warga yang mengerumuni. 

Nasib Iskan diketahui, dia dirawat inap di rumah sakit itu. Sapi ngamuk itu? Tidak ada penjelasan resmi, mungkin sudah dirumahpotongkan. 

(KR-MSR/E001) 

Editor: Ade Marboen

COPYRIGHT © 2012

Komentar Pembaca
Baca Juga