Jakarta (ANTARA News) - Desi (39) kembali membuat para juri MasterChef Indonesia 2 terkesan dengan inovasi masakan berbahan dasar torpedo sapi buatannya.

Pada acara kompetisi masak yang disiarkan stasiun televisi penyelenggara, Sabtu malam, manajer sebuah hotel di Bangka itu mengolah torpedo yang kenyal dan berbau tajam menjadi masakan "Torpedo Basil" yang tersaji indah.

"Pilihan yang cermat dan cerdas," kata chef Juna Rorimpandey, salah satu juri.

Dua juri yang lain, chef Rinrin Marinka dan Degan Septoadji, juga memuji rasa dan penampilan masakan Desi.

Kemenangan itu membuat Desi mendapatkan kesempatan untuk makan malam di sebuah restoran mewah bersama sang suami.

"Tentu ini sangat menyenangkan bagi saya," kata dia.

Meski tak terpilih jadi pemenang dalam invention test berbahan dasar torpedo namun Zeze (20) dan Ken (30) bisa berbangga sekaligus lega karena para juri memuji masakan mereka.

Para juri menyukai rasa dan penampilan masakan "Torpedo Parcel" bikinan Zeze dan "Panfried Torpedo Patty" yang dibuat Ken.

Sementara Dianita (25), Widya (23), Bagus (31) dan Opik (28) harus menerima nasib, menghadapi tantangan dalam pressure test karena performanya buruk.

Para juri menantang mereka membuat pisang goreng dan menyajikannya sebagai fine dining atau sajian "berkelas."

Sajian pisang goreng mereka berempat tak ada yang bisa benar-benar memuaskan para juri, namun pisang goreng Dianita dianggap yang paling tidak mengesankan.

Publisis film dari Jakarta itu pun harus rela meninggalkan Galeri MasterChef, berhenti dari kompetisi setelah berjuang sampai ke posisi 13 besar.

"Harapan banyak orang dan aku, bisa jadi pemenang. Ternyata harus berhenti di 13 besar. Tapi bagaimanapun ini pengalaman yang amat sangat berharga bagi saya," katanya sebelum meninggalkan MasterChef.

(M035)