Palangka Raya, Kalteng (ANTARA News) - Pemerintah Kabupaten Pulang Pisau, Kalimantan Tengah (Kalteng), mengimbau warga mewaspadai bencana kebakaran hutan dan lahan agar tidak terjadi kabut asap melanda daerah itu.

"Kami telah mengimbau warga yang membuka lahan pertanian atau lahan usaha agar tidak melakukannya dengan cara membakar," kata Wakil Bupati Pulang Pisau, Edy Pratowo di Palangka Raya, Rabu.

Imbauan tersebut disampaikan terkait banyaknya sebaran titik panas di bumi "Handep Hapakat" selama beberapa hari terakhir seperti dipantau satelit NOAA dan disampaikan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BNPD) Provinsi Kalteng.

Ia menyatakan telah menginstruksikan semua unit-unit pemadam kebakaran milik pemerintah daerah serta milik masyarakat iku membantu melaksanakan upaya pemadaman kebakaran lahan yang terjadi di daerah tersebut.

Unit-unit pemadam kebakaran ini di bawah koordinasi Dinas Perkebunan dan Kehutanan Kabupaten Pulang Pisau ikut berpatisipasi menanggulangi kebakaran hutan dan lahan yang terjadi di daerah itu.

"Kami juga dibantu petugas pemadam kebakaran dari Posko Pengendalian Kebakaran Hutan dan Lahan Provinsi Kalteng ketika melakukan upaya pemadaman kebakaran lahan gambut di Desa Pilang, Kecamatan Jabiren Raya," katanya.

Edy mengatakan, berdasarkan laporan dari Dinas Perkebunan dan Kehutanan Kabupaten Pulang Pisau jumlah peralatan pemadam kebakaran portable 19 unit dan sudah digunakan untuk penanganan kebakaran hutan dan lahan.

"Kami telah mengaktifkan petugas dan peralatan pemadam kebakaran dalam upaya penanganan kebakaran lahan ini," katanya.

Mengingat banyaknya sebaran titik panas di Kabupaten Pulang Pisau serta masih panjangnya musim kemarau, Edy mengimbau warga menghindari membuka lahan dengan cara membakar serampangan agar tidak terjadi kabut asap.

Sementara itu, Edy Pratowo mengatakan belum menerima laporan dari masyarakat terkait ada pihak perusahaan perkebunan daerah yang membuka lahan dengan cara membakar.

"Memang kualitas udara di Pulang Pisau saat ini berkabut asap. Tapi saya pikir bisa saja kabut asap tersebut karena ada kebakaran lahan yang terjadi di beberapa titik yang terjadi di kabupaten lain, selain di Pulang Pisau," katanya.

(KR-GR/S019)