Sabtu, 2 Agustus 2014

AS tarik 33.000 tentara dari Afghanistan

Jumat, 21 September 2012 11:57 WIB | 2.249 Views
Washington (ANTARA News) - Sejumlah 33.000 tentara Amerika Serikat yang dikirim Presiden Barack Obama ke Afghanistan hampir tiga tahun lalu sebagai bagian dari usaha peningkatkan kekuatan militer telah meninggalkan negara itu, kata para pejabat pertahanan AS, Kamis.

Penarikan pasukan itu, yang dimulai Juli, setelah sejumlah serdadu Barat ditembak mati oleh kolega-kolega Afghanistan mereka --51 orang tahun ini-- dan ketika protes-protes anti-Barat dilakukan negara-negara Muslim.

Masih ada sekitar 68.000 personel militer AS di Afghanistan, serta sekitar 40.000 personel dari koalisi (pasukan bantuan keamanan internasional) yang berada di bawah komando NATO.

Usaha-usaha yang dipimpin AS untuk mengatasi perlawanan Taliban membuat rumit penarikan bertahap pasukan Barat, dan pelatihan pasukan Afghanistan untuk mengambil alih tanggung jawab keamanan mereka sendiri pada akhir tahun 2014.

Penambahan sementara pasukan itu membantu pasukan pimpinan Barat menguasai kembali daerah selatan dan tenggara Afghanistan dari kekuasaan Taliban, yang kini meningkatkan serangan-serangan di daerah timur yang berbatasan dengan Pakistan.

Keputusan-keputusan mengenai penarikan pasukan mendatang sesuai dengan batas waktu tahun 2014 ditunda.

Pada Selasa, NATO mengumumkan bahwa pihaknya akan membatasi operasi-operasi gabungan dengan pasukan Afghanistan, yang menandakan kemunduran pada strategi pimpinan AS untuk mengatasi pemberontakan Taliban yang telah berlangsung 11 tahun itu.

Brigjen Roger Noble dari Australia, wakil kepala operasi ISAF, mengatakan sejumlah serangan dari kalangan dalam koalisi itu telah membuat putus asa.

Noble mengatakan keputusan untuk mengurangi operasi gabungan "hanya satu hal yang biasa dalam militer dsn pikiran sehat," dan menegaskan bahwa itu tidak akan mengganggu rencana penarikan.

Operasi tetap dilakukan untuk mencapai tujuan-tujuannya," kata Boble kepada wartawan Pentagon di Kabul.
(RN/C003)

Editor: Desy Saputra

COPYRIGHT © 2012

Komentar Pembaca
Baca Juga