Jumat, 31 Oktober 2014

Korban tawuran disemayamkan di Tangerang

| 3.520 Views
id tawuran sma 6, tawuran sma, tawuran sma 70, sman 6, smn 70, Alawy Yusianto Putra, Kadarwati Mardiutama
Jakarta (ANTARA News) - Korban tawuran antarpelajar, Alawy Yusianto Putra (15) yang adalah siswa SMAN 6 Jakarta akan disemayamkan di rumah duka di Tanggerang.

Alawy adalah korban tewas dalam tawuran maut antardua sekolah berdekatan namun sering terlibat tawuran, SMAN 6 dan SMAN 70, yang keduanya berada di kawasan Blok M, Jakarta Selatan.

Seorang satpam SMAN 6, Cecep Kohar, mengatakan semua pihak sekolah, baik guru maupun murid, sedang menuju rumah duka di Jl. Ciledug Indah II, Jalan Mawar V Blok E, No.10, Karang Tengah Ciledug, Tanggerang.

"Semua sudah menuju ke sana," ujarnya kepada ANTARA News di pelataran SMAN 6 Jakarta, Senin.

Cecep mengatakan tawuran terjadi sekitar pukul 12.00 WIB ketika para pelajar SMAN 6 pulang cepat karena sedang menjalani ulangan semester hari terakhir.

"Biasanya murid-murid pulang pukul 15.10 WIB," kata Cecep.

Baik pelajar maupun guru SMAN 6 enggan dimintai komentarnya, baik mengenai tawuran maupun meninggal dunianya salah seorang siswa sekolah ini.

Hingga pukul 18.00 WIB tadi, keadaan sekitar SMAN 6 sudah, gerbang depan sekolah  juga tertutup rapat dan dikunci.

Cecep sendiri mengaku tidak mengetahui persis kejadian dan ujung pangkal tawuran itu. Namun dia menyatakan, Alawy sempat dibawa ke Rumah Sakit Muhammadiyah yang berada tak jauh dari kedua SMA itu, untuk kemudian dibawa ke Rumah Sakit Fatmawati.

Dua satpam berjaga-jaga di dalam sekolah, sementara keadaan di luar sekolah terlihat normal kembali.

Namun dua mobil polisi berjaga di depan sekolah yang terletak di samping Blok M Plaza, Jakarta Selatan, itu.

Di depan sekolah hanya terpampang papan pengumuman bertanda tangan Kepala Sekolah SMAN 6 Kadarwati Mardiutama yang menjelaskan korban bernama Alawy Yusianto Putra kelas X8 telah meninggal dunia pukul 12.15 WIB di RS Muhammadiyah, Jakarta Selatan.

 "Hal yang berhubungan dengan penyidikan sudah ditangani kepolisian,"  tulis Kadarwati dalam pengumuman itu.

(tri)

Editor: Jafar M Sidik

COPYRIGHT © ANTARA 2012

Komentar Pembaca
Baca Juga