Rabu, 22 Oktober 2014

Pembangunan Rumah Sakit Indonesia di Gaza selesai akhir 2013

| 4.164 Views
id relawan indonesia di gaza, rumah sakit indonesia di gaza, pertempuran di gaza, israel-palestina, serangan israel
Pembangunan Rumah Sakit Indonesia di Gaza selesai akhir 2013
Gedung Rumah Sakit Indonesia di Gaza Utara, Palestina. (Istimewa/Dokumentasi MER-C)
Jakarta (ANTARA News) - Medical Emergency Rescue Committee (MER-C) berharap pembangunan Rumah Sakit Indonesia di Bayt Lahiya, Gaza Utara, Palestina, selesai pada akhir tahun 2013 atau awal 2014.

"Kami juga berkomitmen akan menyediakan perlengkapan (rumah sakit) secara terus-menerus bersamaan dengan pembangunan rumah sakit," kata Presidium MER-C, Joserizal Jurnalis, saat memberikan keterangan pers di Jakarta, Senin.

Sampai saat ini 28 relawan MER-C masih melanjutkan pembangunan Rumah Sakit Indonesia yang berada sekitar dua kilometer dari perbatasan Palestina dengan Israel di Gaza Utara.

Bayt Lahiya, menurut Joserizal, merupakan daerah padat penduduk dengan jumlah korban terbanyak pada serangan militer Israel pada 2009.

Ketua Tim Konstruksi Pembangunan Rumah Sakit Indonesia, Faried Thalib, mengatakan desain rumah sakit dirancang khusus dengan mengutamakan aspek keamanan untuk antisipasi dampak serangan Israel.

"Yang lebih penting, basement di rumah sakit bukan ditujukan sebagai tempat bersembunyi atau bunker, tapi untuk menyimpan kebutuhan rumah sakit. Itu permintaan Menteri Kesehatan Palestina," kata Faried.

Faried menjelaskan basement sengaja dibangun karena meski tak menyerang bangunan rumah sakit namun sebelumnya Israel pernah menyerang tempat pasokan peralatan dan perlengkapan rumah sakit.

"Sekarang basement itu sudah 50 persen jadi dan sementara untuk tempat tinggal relawan dan sisa pekerjaan masih dilanjutkan," kata Faried.

MER-C, menurut Faried, selalu mendapatkan laporan dari para relawan konstruksi Indonesia tentang pembangunan rumah sakit dengan sisa material karena pasokan material konstruksi di Gaza susah diperoleh.

Joserizal menambahkan Rumah Sakit Indonesia di Gaza dibangun dengan dana yang berasal dari masyarakat kelas menengah dan bawah Indonesia, bukan dari orang-orang kaya Indonesia.

(I026) 

Editor: Maryati

COPYRIGHT © ANTARA 2012

Komentar Pembaca
Baca Juga